Inilah yang menjadi keunggulan utama PCX: rasa berkendara yang nyaman dan santai (santuy). Dan kenyamanan seperti ini sangat cocok bagi mayoritas konsumen di Indonesia, khususnya di segmen skutik premium. Mereka lebih mengutamakan kenyamanan harian daripada performa atau kecepatan.
Jadi meskipun NMAX lebih “fun to ride”, PCX tetap menang dalam hal “fun to commute”.
Strategi Produk Honda
Satu hal yang sering luput dari perhatian karena kita terlalu sibuk menghujat Honda adalah: strategi produk Honda yang sangat konservatif tapi tepat sasaran. Kita harus akui bahwa Honda jarang sekali membuat gebrakan besar. Mereka tidak pernah melakukan tes ekstrem seperti:
Baca Juga:Mengapa IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja7 Penemuan Misterius yang Diduga Peninggalan Iblis dan Kekuatan Gelap
- motor dinyalakan 30 jam non-stop,
- motor ditarik traktor,
- motor membawa motor lain,
- atau motor ditabrak mobil untuk uji ketahanan.
Honda cenderung cuek, tidak banyak gimmick. Tapi anehnya, meski tanpa “pembuktian dramatis”, mereka tetap bisa menjual produknya dengan sangat baik.
Percaya atau tidak, dari sisi psikologis, strategi ini justru menciptakan rasa aman bagi konsumen. Konsumen merasa bahwa Honda tidak perlu membuktikan apa-apa lagi karena mereka sudah percaya. Bahkan ketika sempat viral isu tangki karatan, rangka eSAF, dan sebagainya, kepercayaan itu tetap tidak benar-benar runtuh.
Honda dikenal tidak terlalu reaktif dalam merespons kritik atau isu yang menyerang produknya. Mereka cenderung diam. Memang, kita tidak tahu apakah mereka melakukan perbaikan di balik layar atau tidak, karena yang terlihat hanyalah sikap diam tersebut. Namun, kenyataannya, strategi “diam adalah emas” masih sangat efektif hingga saat ini.
Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah strategi ini memang masih efektif, atau masyarakat kita sudah terlalu dibutakan oleh kekuatan branding Honda? Inilah yang membingungkan.
Berbicara soal branding, ada satu hal yang selalu dikaitkan dengan produk Honda, yaitu harga jual kembali yang dianggap lebih stabil. Namun, apakah benar harga motor Honda lebih konsisten dibanding kompetitor?
Faktanya, tidak sepenuhnya demikian. Jika kita bandingkan Honda PCX dan Yamaha NMAX dari tahun produksi yang sama, nilai depresiasinya kurang lebih setara. Rata-rata, setelah dua tahun pemakaian, keduanya akan mengalami penurunan harga sekitar 20% hingga 30% dari harga barunya. Maka, anggapan bahwa motor Honda memiliki harga jual kembali yang jauh lebih stabil sebenarnya lebih tepat disebut sebagai mitos yang sudah terlanjur dipercaya.
