JABAR EKSPRES– Pemerintah Kota Cimahi mematangkan skema rekayasa lalu lintas menjelang dimulainya pembangunan underpass di persimpangan Jalan Gatot Subroto-Baros. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan yang diperkirakan muncul selama proses konstruksi berlangsung.
Proyek strategis yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu kini telah memasuki tahap pelelangan. Pembangunan fisik underpass diproyeksikan segera dimulai dalam waktu dekat setelah seluruh proses administrasi dan teknis rampung.
Keberadaan underpass tersebut dinilai mendesak mengingat kawasan simpang Gatot Subroto-Baros selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kota Cimahi. Aktivitas perlintasan kereta api yang masih sebidang kerap menyebabkan antrean kendaraan mengular, terutama pada jam-jam sibuk.
Baca Juga:de Braga by ARTOTEL Hadirkan Express Lunch Bernuansa Nusantara di Jantung BragaLibur Panjang Idul Adha, Kepadatan Jalur Puncak Bogor Diprediksi Terjadi Weekend
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang, mengatakan pihaknya telah menyusun rancangan pengalihan arus kendaraan yang akan diterapkan selama pekerjaan konstruksi berlangsung. Jalur utama di lokasi pembangunan nantinya akan ditutup total untuk mendukung kelancaran pekerjaan proyek.
“Kendaraan pribadi dan sepeda motor yang bergerak dari arah Jalan Gatot Subroto menuju akses Tol Baros hingga kawasan Leuwigajah, nantinya akan dialihkan melewati Jalan Gedong Opat, Jalan Sriwijaya, dan Jalan Kartini sebelum masuk ke Jalan Baros,” kata Endang saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/26).
Menurutnya, pengaturan lalu lintas tersebut disusun untuk meminimalkan dampak kepadatan kendaraan yang berpotensi terjadi akibat penutupan jalur utama.
Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah sebaliknya tetap dapat melintas melalui jalur yang selama ini digunakan masyarakat.
“Rencananya jalur pengalihan ini akan beroperasi dua arah, namun khusus diperuntukkan bagi kendaraan berukuran kecil saja,” ungkapnya.
Adapun kendaraan berat seperti bus dan truk akan diarahkan menggunakan jalur alternatif yang berbeda demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan yang terdampak pembangunan.
“Sementara untuk kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintas dari arah Padalarang menuju Baros maupun sebaliknya, kami wajibkan melintasi rute alternatif Jalan Mahar Martanegara lewat kawasan Cimindi,” sambungnya.
Baca Juga:Rumah di Pamijahan Bogor Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting ListrikRumah di Pamijahan Bogor Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik
Endang menjelaskan, pembagian jalur berdasarkan jenis kendaraan merupakan bagian dari strategi pengaturan lalu lintas agar kapasitas jalan penghubung tetap terjaga selama masa konstruksi berlangsung.
