Sanggar Mutiara Cimahi Tembus TV Nasional, Bawakan Tari Tradisional oleh Penari Cilik

Sanggar Mutiara Cimahi Tembus TV Nasional, Bawakan Tari Tradisional oleh Penari Cilik
Lima Penari Cilik Sanggar Tari Mutiara saat Tampil di TV Nasional (Istimewa)
0 Komentar

Dengan waktu persiapan yang begitu mepet, hanya sehari latihan, sanggar harus mengandalkan gerakan yang sudah familiar bagi anak-anak. Tapi justru itu menunjukkan kesiapan mereka.

“Kita latihannya di tanggal 2 kemarin, jadi kita latihan yang gerakannya udah anak-anak hafal juga gitu,” katanya.

Meski tampil di program hiburan, Syntya menegaskan, misi budaya tetap dibawa. Tarian tradisional bukan sekadar pertunjukan, tapi bagian dari identitas yang harus terus diwariskan bahkan oleh generasi yang tumbuh dengan YouTube Shorts dan TikTok.

Baca Juga:Tidak Ada Halte Bus Transjabodetabek Rute P11 di Sentul, Penumpang: Panas dan CapePemkot Cimahi Dorong ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Disdagkoperin Nilai Ini Tak Sentuh Akar Masalah

“Kalau aku lihat mereka antusias banget untuk belajar menari. Dibuktiin dari banyaknya member juga nih yang masih kecil-kecil mereka udah belajar nari,” ujarnya.

Momentum tampil di televisi nasional menjadi semacam validasi bahwa apa yang mereka perjuangkan bukan sia-sia.

“Rezeki buat kita bisa tampil di TV nasional, kemudian mungkin ini salah satu prestasi lah ya buat kita juga bisa unjuk gigi,” ujar Syntya.

Syntya melanjutkan, anak-anaknya juga senang, senang bisa ketemu artis, pengalaman baru, dan tentunya ini kita di sini sebagai bintang tamu.

“Banyak juga sesuatu yang kita dapetin,” sambungnya.

Syntya menceritakan, anak-anak itu sempat canggung. Maklum, mereka satu panggung dengan selebritas nasional seperti Jirayut dan Ayu Ting Ting.

Tapi, lanjutnya, rasa grogi berubah jadi semangat setelah mereka sadar, mereka membawa sesuatu yang berbeda, budaya.

“Perasaan mereka deg-degan, bisa bertemu dengan para artis juga di sana. Harapannya mereka bisa terus melestarikan tari tradisional ini hingga mereka nanti sampai dewasa,” tegas Syntya.

Baca Juga:Proyek Normalisasi Drainase Tak Kunjung Dibenahi, Warga Rancaekek Kembali BerteriakAngkat Kisah Pengorbanan Prajurit dan Keluarga, Yonif 323/BP Kostrad Ajak Publik Saksikan Film Believe

Kehadiran mereka di TV nasional bukan semata prestasi pribadi, tapi menjadi simbol. Bahwa seni tradisional tak harus berangkat dari institusi besar, dan pelestari budaya bukan monopoli generasi tua.

Harapan Syntya, Sanggar Tari Mutiara bisa lebih maju lagi, mungkin di kancah internasional ke depannya. Dan lebih sering juga mereka memperkenalkan budaya tradisi di Indonesia.

“Tentunya bisa menyeluruh ke seluruh Indonesia. Kalau nggak sama kita, mau sama siapa? Kalau nggak sekarang, ya mau kapan lagi, kan?,” Btutup Syntya. (Mong)

0 Komentar