JABAR EKSPRES – Di tengah banjirnya konten viral TikTok dan tantangan dance modern yang merajai dunia digital, sekelompok anak kecil dari Kota Cimahi justru menorehkan prestasi berbeda.
Mereka bukan sekadar menari, tapi membawa kembali denyut tari tradisional ke tengah perhatian publik nasional.
Lima penari cilik dari Sanggar Tari Mutiara Cimahi berhasil tampil di salah satu program hiburan televisi nasional tanpa mengikuti audisi terbuka atau kompetisi panjang. Undangan datang langsung dari pihak televisi.
Baca Juga:Tidak Ada Halte Bus Transjabodetabek Rute P11 di Sentul, Penumpang: Panas dan CapePemkot Cimahi Dorong ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Disdagkoperin Nilai Ini Tak Sentuh Akar Masalah
“Dapat calling langsung dari pihak TV-nya,” ujar Syntya Marlina, koreografer sekaligus pelatih utama sanggar, saat dihubungi Jabar Ekspres via WhatsApp, Jum’at (4/7/2025).
Tanpa banyak waktu, Sanggar Tari Mutiara langsung bergerak cepat. Dari pemberitahuan tanggal 1 Juli, latihan intensif dilakukan keesokan harinya, dan anak-anak itu langsung tampil pada tanggal 3 Juli.
“Tantangan terbesarnya itu ya, kita kan harus tampilin yang oke ya. Tapi karena pihak TV memang mintanya anak-anak kecil, kita juga kasih dancer nya dari usia yang 7 tahun,” jelas Syntya.
Langkah ini bukan tanpa risiko. Tampil di layar kaca nasional tentu bukan perkara sederhana bagi bocah-bocah berusia tujuh tahun.
Tapi, kata Syntya, justru keberanian itulah yang menjadi nilai lebih, mengingat ekspektasi publik terhadap penampilan artistik di televisi nasional tak pernah rendah.
“Usianya hampir semua 7 tahun. Ya, apalagi anak kecil kan ya, memang perlu ekstra gitu ya. Tapi kita alhamdulillah bisa melewati itu semua dengan lancar dan kreatif,” tambahnya.
Salah satu dari mereka adalah Naila Abida (7), penari asal Cimahi yang membawakan dua repertoar andalan sanggar Tari Ronggeng Nyentrik dan Kembang Tanjung, dengan sentuhan lagu Ayu Ting Ting.
Baca Juga:Proyek Normalisasi Drainase Tak Kunjung Dibenahi, Warga Rancaekek Kembali BerteriakAngkat Kisah Pengorbanan Prajurit dan Keluarga, Yonif 323/BP Kostrad Ajak Publik Saksikan Film Believe
“Koreografinya itu sudah ada perpaduan antara modern dance dan juga tradisional, yaitu jaipong,” jelas Syntya.
Tak hanya soal tari, Sanggar Tari Mutiara juga mengurus sendiri seluruh kebutuhan penampilan. Termasuk urusan kostum, mereka tak perlu menyewa. Semua dikelola mandiri oleh tim internal.
“Buat kostum sendiri, kita punya sendiri dan itu bagian kostum yang urusnya, kostum tari jaipong kreasi aja, yang bikin tim kita bagian kostum,” ungkapnya.
