JABAR EKSPRES – Humas Batalyon Infanteri 323/Buaya Putih Kostrad (Humas Yonif 323/BP) Kostrad secara resmi ikut mempromosikan film laga besar tahun 2025, “Believe: The Ultimate Battle”.
Film yang diangkat dari biografi nyata Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto ini digadang-gadang tidak hanya menawarkan aksi spektakuler tetapi juga kedalaman emosional tentang pengabdian seorang prajurit dan dampaknya pada keluarga.
Humas Yonif 323/Buaya Putih Kostrad menegaskan pentingnya nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan yang tergambar dalam film ini bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga:Perluasan Kota Cimahi Kian Santer, Pemprov Jabar Belum Terima Usulan Resmi? Pasar Tradisional Kian Lesu, Pemkot Cimahi Akui Pola Belanja Konsumen Sudah Bergeser
Believe membawa tagline Takdir, Mimpi, Keberanian, mengisahkan hubungan kompleks antara seorang ayah, Sersan Kepala Dedi (diperankan Wafda Saifan), dan anaknya, Agus (diperankan Ajil Ditto), yang dipertemukan dalam situasi perang yang brutal.
Di tengah konflik tersebut, tergambar pula penderitaan istri prajurit, yang hidup dalam ketidakpastian menunggu suaminya pulang, entah untuk dipeluk atau dikuburkan.
Kisah universal tentang panggilan tugas, pengorbanan, dan ikatan keluarga ini dijanjikan akan menyentuh hati penonton ketika tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 Juli 2025 mendatang.
Melalui rilis resminya, Humas Yonif 323 Buaya Putih Kostrad menyoroti bahwa film produksi Bahagia Tanpa Drama ini bukan sekadar tontonan aksi biasa.
“Film ini mengangkat cerita yang menyentuh dan penuh makna, dengan menampilkan sisi lain dari perjuangan seorang prajurit dan keluarga yang ditinggalkannya. Ini adalah cerminan nyata dari nilai-nilai yang dipegang teguh oleh para pejuang bangsa,” tulis Humas dalam rilis resminya, Kamis (3/7/2025).
Trailer kedua yang dirilis pada Selasa, 25 Juni 2025, dikatakan lebih menekankan pada nuansa emosional dan personal ini, berbeda dengan trailer pertama yang lebih fokus pada intensitas medan perang.
Adaptasi dari buku biografi Jenderal Agus Subiyanto yang ditulis Valent Hartadi bersama tim ini, menempatkan Ajil Ditto dalam peran menantang sebagai Agus.
Baca Juga:Proyek Gagal SMKN 1 Cijeungjing Tumbang di Tangan Pemenang Lelang TerendahTak Tahu Ada Penutupan, Pengunjung Kecewa Kebun Binatang Bandung Libur Hari Ini
Karakter Agus digambarkan tumbuh dengan pertanyaan besar mengapa ayahnya, Sersan Dedi, lebih memilih garis depan daripada berada di samping keluarga.
Pertanyaan inilah yang kemudian membawanya pada keputusan berat untuk mengikuti jejak sang ayah menjadi prajurit, mempertemukan mereka di medan tempur dalam situasi yang penuh ketegangan dan emosi.
