API Tolak Perubahan Nama RSUD Al Ihsan : Potensi Hilangkan Sejarah dan Identitas Islam

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, tengah dalam proses pergantian nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Foto Agi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan yang berlokasi di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, tengah dalam proses pergantian nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi Welas Asih oleh Dedi Mulyadi mendapat penolakan, salah satunya dari Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat.

Pergantian nama itu A Historis atau mengilangkan sejarah pendiri. Termasuk potensi interpretasi menghilangkan identitas islam.

Ketua API Jabar Asep Syaripuddin dengan lantang menyampaikan penolakan itu. Bahkan jika tidak segera dibatalkan, pihaknya bakal melakukan aksi terbuka.

Baca Juga:Lewat Program ASN ke Pasar, Pemkot Cimahi Tingkatkan Eksistensi Pasar Tradisional di Era DigitalSanggar Mutiara Cimahi Tembus TV Nasional, Bawakan Tari Tradisional oleh Penari Cilik

“Sebagai masyarakat kami menolak itu.
Kebijakan itu keliru dan bisa buat kegaduhan,” cetusnya.

Penolakan itu didasari sejumlah alasan. Pertama, pergantian nama itu sangat tidak urgent atau mendesak.

Lebih baik Gubernur fokus pada perbaikan pelayanan atau peningkatan kualitas dari rumah sakit tersebut, dari pada mengganti nama.

“Kalau ingin punya RS Welas Asih ya buat aja yang baru. Tanpa perlu ganti nama yang sudah ada,” ucapnya.

Asep melanjutkan, pergantian itu sangat A Historis atau bisa menghilangkan sejarah. Diketahui dari berbagai sumber, RSUD di Kabupaten Bandung itu bermula dari peran 6 tokoh penting Jabar yang membangun Yayasan Al Ihsan pada 1993.

Seperti H.M.Ukman Sutaryan, H.M.A. Sampoerna, H. Agus Muhyidin, K.H.R Toto Abdul Fatah, K.H. Ahmad Syahid dan H.M. Soleh. “Mereka ini kan tokoh ulama hingga perwakilan pemerintah era itu,” cetusnya.

Kemudian yayasan mendirikan usaha. Salah satunya rumah sakit Al Ihsan tersebut yang beroperasi sejak 1995. “Al Ihsan kan ada identitas Islam juga,” ucapnya.

Baca Juga:Tidak Ada Halte Bus Transjabodetabek Rute P11 di Sentul, Penumpang: Panas dan CapePemkot Cimahi Dorong ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Disdagkoperin Nilai Ini Tak Sentuh Akar Masalah

Asep menambahkan, nama Al Ihsan itu juga memiliki makna yang bagus. Nama itu juga tidak sepadan dengan Welas Asih walaupun dikatakan mengambil makna dari Rahman dan Rahim.

“Bahasa arab itu tidak sepadan dengan Welas Asih. Ini sekadar cocokologi,” ucapnya.

Pergantian nama itu juga bisa menimbulkan interpretasi beragam dari masyarakat. Termasuk menghilangkan identitas Islam.

“Saya minta batalkan. Kalau tidak kami akan lakukan protes secara terbuka,” katanya.

Asep menjelaskan, penolakan itu telah disuarakan secara lantang. Ia akan meneruskan ke sejumlah stakeholder terkait.

Jika masih tidak ada respons, maka pihaknya akan mengoptimalkan ruang-ruang aspirasi yang ada, misalnya dari audiensi dengan DPRD hingga jika perlu aksi terbuka.(son)

0 Komentar