JABAR EKSPRES – Di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi perdagangan, Pemkot Cimahi memilih untuk tidak memusuhi perubahan, tapi beradaptasi sambil merawat warisan ekonomi rakyat. Pasar tradisional, bagi Cimahi, bukan sekadar tempat jual beli tapi ruang hidup yang mesti terus dihidupkan.
Maka dari itu, Pemkot Cimahi memiliki inovasi dan pendekatan yang tidak biasa untuk menjawab tantangan ini. Melalui program ASN Bercitra untuk belanja langsung ke pasar rakyat, bukan sekadar sebagai pembeli, tapi sebagai bagian dari strategi promosi jangka panjang.
“Pasar itu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Sekarang ada modifikasi, ada yang digital, ada yang modern. Tapi tidak semua orang suka ke pasar modern. Selera konsumen berbeda-beda,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Indra Bagjana, saat dihubungi Jabar Ekspres melalui sambungan telepon, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga:Sanggar Mutiara Cimahi Tembus TV Nasional, Bawakan Tari Tradisional oleh Penari CilikTidak Ada Halte Bus Transjabodetabek Rute P11 di Sentul, Penumpang: Panas dan Cape
Indra menegaskan, program ASN ke pasar bukan semata untuk meningkatkan transaksi, tetapi lebih ke membangun kesadaran kolektif bahwa pasar tradisional masih hidup dan layak diperjuangkan.
“Kalau ASN ke pasar hanya untuk belanja, maka selesai hari itu juga. Tapi kalau kita bicara outcome dan impact, maka itu adalah promosi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, jika ASN belanja Rp1.000, maka nilai output-nya memang hanya sebesar itu. Tapi bila kegiatan tersebut dipublikasikan di media sosial, disertai lomba foto atau konten promosi, dampaknya bisa jauh lebih luas.
“Sekarang setiap ASN punya followers, punya jaringan. Kalau mereka posting sedang belanja di pasar, masyarakat jadi sadar, ‘oh pasar masih ada loh’,” lanjut Indra.
Ia menyebut, keterlibatan media juga penting untuk memperluas jangkauan kampanye tersebut.
Menurutnya, strategi ini merupakan bagian dari promosi pasar rakyat yang bertumpu pada kesadaran publik. Outcome-nya bukan cuma transaksi, tapi perubahan persepsi masyarakat terhadap pasar tradisional.
“Jadi, masyarakat bisa kenal dan merasa memiliki pasar rakyat itu lagi,” tambahnya.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Dorong ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Disdagkoperin Nilai Ini Tak Sentuh Akar MasalahProyek Normalisasi Drainase Tak Kunjung Dibenahi, Warga Rancaekek Kembali Berteriak
Indra mengakui, Pemkot Cimahi sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional. Mulai dari promosi rutin, pemantauan harga melalui platform digital seperti E-Pasar, hingga koordinasi dengan pedagang.
