JABAR EKSPRES – Kejaksaan Agung kembali melakukan perombakan di jajaran pimpinan kejaksaan negeri pada Senin (10/8/2026). Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Erianto Nazar.
Pria yang sebelumnya bertugas sebagai Jaksa Ahli Madya pada Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan ini resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Banjar, Jawa Barat.
Nama Erianto Nazar sendiri bukanlah sosok asing di lingkungan Kejaksaan Agung, terutama bagi mereka yang mengikuti dinamika penegakan hukum dan perlindungan WNI di luar negeri. Pasalnya, sebelum ditarik kembali ke Jakarta, Erianto Nazar dipercaya mengemban amanat sebagai Atase Kejaksaan (Atase Hukum) pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Kerajaan Arab Saudi.
Perjalanan Karier dan Pendidikan
Baca Juga:Massa Aksioma Desak Kejari Banjar Percepat Penanganan Kasus DPRD Jilid 2Kejari Banjar Perketat Pengawasan Seluruh SPPG di Kota Banjar
Lahir dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Erianto Nazar adalah jaksa karier yang juga aktif dalam organisasi perantau Minang. Di tanah rantau, ia tercatat sebagai salah satu penasihat organisasi “Minang Saiyo” yang berkedudukan di Arab Saudi.
Dari sisi akademis, pria bergelar Doktor (Dr.), Sarjana Hukum (S.H.), dan Magister Hukum (M.H.) ini memiliki rekam jejak yang terbilang gemilang.
Sebelum berkarier di luar negeri, ia pernah bertugas di Kalimantan Tengah sebagai Koordinator Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.
Kiprah dan Program Kerja di Riyadh
Selama bertugas sebagai Atase Kejaksaan di Riyadh, Erianto Nazar mencatat sejumlah program kerja yang cukup masif, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan WNI.
Perlindungan Pekerja Migran: Salah satu fokus utamanya adalah penanganan masalah hukum yang dihadapi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Ia aktif melakukan peninjauan dan penanganan langsung terhadap PMI bermasalah serta korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang berada di penampungan KBRI. Dalam berbagai kesempatan, ia juga terlibat dalam upaya koordinasi untuk menyelamatkan WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.
Edukasi Hukum Sejak Dini: Ia juga menginisiasi program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di kancah internasional dengan mengunjungi Sekolah Indonesia Riyadh (SIR).
Baca Juga:Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Banjar, Kejari Layangkan Surat EksposeErianto Resmi Gantikan Lukman Hakim sebagai Kajari Banjar
Tujuannya adalah untuk mengenalkan profesi jaksa dan menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri.
