JABAR EKSPRES – Isu pelayanan rumah sakit kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang menarasikan keluhan seorang suami pasien RSUD Cibabat, Kota Cimahi, viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 30 detik itu, pria tersebut menuding petugas medis lambat menangani istrinya, yang kemudian meninggal dunia.
Video memperlihatkan suasana di ruang perawatan rumah sakit, dengan seorang pasien terbaring lemah. Suara pria yang diduga suami pasien terdengar menangis dan meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima istrinya.
Baca Juga:Polres Cimahi Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian di Bandung Barat, Ratusan Suku Cadang DiamankanAksi Lempar Kotoran Warnai Unjuk Rasa Mahasiswa Protes UU TNI di DPRD Jabar
“Aing ti kamari ngomong, sus tolong sedot, itu perutnya udah penuh. Ayeuna tingali pamajikan aing kumaha. Abong keneh make BPJS, hare-hare. Beda jeung umum,” ucapnya dalam bahasa Sunda—yang menggambarkan dugaan diskriminasi layanan terhadap pasien BPJS.
Ia mengklaim telah meminta bantuan sejak sehari sebelumnya, namun tidak mendapat penanganan yang memadai.
Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Utama RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono, membantah adanya keterlambatan penanganan. Ia menyatakan, tim medis sudah bertindak sesuai prosedur dan profesional dalam menangani pasien.
“Kami memahami reaksi emosional keluarga dalam situasi krisis seperti ini. Namun, dugaan keterlambatan penanganan tidak sesuai dengan fakta medis yang ada,” ujar Sukwanto saat dikonfirmasi, Selasa (1/7/2025).
Ia menambahkan, pihak rumah sakit akan melakukan audit klinis terhadap seluruh rangkaian pelayanan sebagai bentuk transparansi dan evaluasi.
Dijelaskan, pasien dirujuk ke RSUD Cibabat pada 27 Juni 2025 setelah sebelumnya dirawat di fasilitas kesehatan lain. Setibanya di IGD, pasien langsung ditangani sesuai kondisi klinis saat itu, kemudian dirawat di ruang Kelas III hingga 29 Juni.
Kondisi pasien yang terus menurun membuat tim medis melakukan prosedur penyelamatan darurat, termasuk resusitasi jantung paru (RJP), saat pasien mengalami henti napas. Namun nyawa pasien tidak berhasil diselamatkan.
“Seluruh prosedur kami lakukan sesuai SOP rumah sakit,” tegas Sukwanto.
Baca Juga:Resmi Jabat Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi Siap Akselerasikan Program PrioritasWali Kota Bogor Rombak Posisi 62 Pejabat, 19 Kadis Dirotasi
Pihak RSUD Cibabat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, serta permohonan maaf jika terdapat pelayanan yang dirasa kurang optimal.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Jika ada hal yang kurang berkenan dalam pelayanan, kami mohon maaf dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi ke depan,” pungkasnya.
