JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ikut geram terkait dugaan pencemaran Sungai Citarum di Kabupaten Karawang. Ia memerintahkan untuk menerbitkan sanksi tegas bila perusahan terkait terbukti bersalah.
Pria yang akrab disapa KDM itu menuturkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar tengah mengidentifikasi terkait pencemaran sungai yang diduga dilakukan PT Pindo Deli 1 itu.
“DLH sudah mengidentifikasi, kini tengah mengumpulkan bukti-bukti,” ujarnya, dalam video yang juga dibagikan dalam akun medsosnya, Selasa (24/6).
Baca Juga:Gagal Total! Bangunan SMKN 1 Cijeungjing Mubazir, Diskdik Jabar Bakar Duit Rp2,6 MiliarDesakan Relokasi Pedagang Pasar Cihaurgeulis Menguat, Pemkot Masih Ragu-ragu
KDM melanjutkan, pihaknya sudah memerintahkan DLH untuk memproses dan bersikap tegas terkait temuan itu. “Beri sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap undang-undang,” cetusnya.
KDM mengingatkan, agar semua pihak di Jabar untuk tertib ikut menjaga lingkungan dan tidak melanggar. “Saya tidak akan berkompromi dengan siapa pun,” tegasnya.
Sekda Jabar Herman Suryatman menambahkan, pengecekan lokasi terkait pencemaran yang sampai membuat sungai berwarna biru itu telah dilakukan. “Ini sedang dipersiapkan sanksi apa yang harus dikenakan pada yang bersangkutan,” jelasnya.
Sesuai arahan Gubernur, lanjut Herman, ASN maupun OPD harus gerak cepat atas setiap masalah atau kejadian yang ada di Jabar. “Nanti sanksi disesuaikan dengan hasil pendalaman,” bebernya.
Herman menegaskan, masalah lingkungan memang menjadi perhatian serius Pemprov. Itu juga menindaklanjuti arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Selain soal sungai, Pemprov juga tengah mengintervensi sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sejumlah daerah. Karena masih banyak yang menerapkan sistem open dumping. “Itu tidak boleh lagi. Dan 6 bulan ke depan perlu dituntaskan,” cetusnya.
Di Jabar ini setidaknya ada 30 TPA maupun TPPAS yang tersebar. Status metode pengelolaannya kebanyakan masih open dumping yakni TPA Burangkeng Bekasi, TPA Galuga Bogor, TPA Pecuk Indramayu, TPA Kertawinangun Indramayu, TPA Jalupang Karawang.
Baca Juga:Komisi III Kawal Kasus Kematian Pekerja Proyek SDN Gang Aut Bogor: Harus Diaudit!Ketika Janji Pendidikan Tak Sampai ke Pelosok KBB, Puluhan Siswa Bertaruh Nyawa Demi Belajar
Lalu TPA Heuleut Majalengka, TPA Pangandaran, TPA Cikolotok Purwakarta, TPA Panembong Subang, TPA Jalumpang Subang, TPA Sukanyiru Sumedang, TPA Cibereum Sumedang, TPA Nangkaleah Tasikmalaya, TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Kopi Luhur Cirebon, TPA Cipayung Depok, dan TPA Cikundul Sukabumi.(son)
