JABAR EKSPRES — Penjualan oleh-oleh haji di kawasan Pasar Baru Trade Center Bandung, mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan para pedagang Pasar Baru. Salah satunya Vina, dia mengeluhkan sepinya pembeli yang biasanya memadati toko menjelang puncak musim haji.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin, penjualan menurun cukup drastis,” kata Vina, salah satu pedagang oleh-oleh haji kepada Jabar Ekspres di Pasar Baru Trade Center Bandung, Jumat, (13/6).
Baca Juga:Rumah Dinas Pertama Wali Kota Cimahi Dibangun, Dimulai dari Pemadatan Lahan Rp3,5 MiliarTunggu Evaluasi, BUMD Jabar Berpeluang Lakukan Seleksi Terbuka Direksi
Dirinya pun menyebut, saat ini omzet harian menurun cukup anjlok. Menurutnya dari yang biasanya bisa mencapai Rp25 juta per hari, kini hanya berkisar Rp10–15 juta.
Padahal, kata Vina, tahun lalu lapaknya tak pernah sepi pengunjung.
“Harusnya sekarang udah rame. Tahun kemarin sih nggak kosong kayak gini, pasti penuh,” ujarnya.
Dia menduga tren belanja daring menjadi penyebab utama penurunan penjualan secara langsung. Meski membeli secara langsung memungkinkan pembeli melihat dan memilih kualitas barang secara langsung.
“Sekarang banyak orang beli oleh-oleh haji secara online. Jadi toko-toko kayak kita ini mulai kena dampaknya,” tandasnya.
Diketahui, meski perlahan bangkit pascapandemi COVID-19, geliat ekonomi di Pasar Baru Trade Center dinilai masih jauh dari masa kejayaannya sebelum pandemi.
Seorang pedagang batik, Yogi mengakui, penjualan kepada wisatawan mancanegara, yang sebelumnya menjadi salah satu andalan pedagang, belum kembali maksimal.
“Sekarang memang ada peningkatan dibandingkan masa pandemi, tapi penjualannya masih belum seperti dulu,” kata Yogi kepada Jabar Ekspres, tempo lalu.
Baca Juga:Satpol PP KBB Amankan 26 Siswa yang Langgar Jam MalamViral Tak Pakai Helm, Kendaraan Patwal Dishub Kabupaten Bogor Kena Tilang ETLE Usai Antar KDM
“Wisatawan dari Malaysia, misalnya, sekarang lebih banyak turun di Jakarta atau Tangerang karena akses yang lebih mudah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru, Kurnia, menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi di Pasar Baru membutuhkan lebih dari sekadar pembukaan kembali Bandara Husein.
Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian khusus kepada Pasar Baru sebagai pusat perdagangan dan ikon kota Bandung. Dia juga menambahkan, omzet saat ini memang kian menurun dirasakan para pedagang, hampir 70 persen omzet anjlok.
Adapun sekarang tinggal tersisa dua ribu lebih pedagang yang masih membuka kios, ini sebagai catatan buruk lantaran pada mulanya para pedagang ada sebanyak empat ribu lebih.
