JABAR EKSPRES – Universitas Erasmus Rotterdam (EUR) di Belanda mengumumkan pada Kamis (5/6) bahwa mereka menghentikan seluruh bentuk kerja sama institusional dengan tiga universitas di Israel.
Dalam pernyataannya, EUR menyatakan bahwa kerja sama dengan Universitas Bar-Ilan, Universitas Ibrani Yerusalem, dan Universitas Haifa resmi dibekukan.
“Universitas Erasmus Rotterdam (EUR) segera membekukan kerja samanya dengan Universitas Bar-Ilan, Universitas Ibrani Yerusalem, dan Universitas Haifa,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga:Harga Terkini Uang 75 Ribu, Tembus Puluhan Juta per Lembar!5 Makanan Pendamping Idul Adha Kaya Akan Serat dan Nurtisi
Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Independen tentang Kerja Sama Sensitif (ACGS), yang menyarankan agar semua program kerja sama yang sedang berjalan dihentikan dan tidak ada proyek penelitian baru yang dimulai.
Presiden Dewan Eksekutif EUR, Annelien Bredenoord, menegaskan bahwa kolaborasi internasional universitas harus berpijak pada prinsip kebebasan akademik dan diplomasi ilmiah.
“Kerja sama internasional kami didasarkan pada kebebasan akademis dan diplomasi ilmiah. Namun, kebebasan itu memiliki batasan ketika hak asasi manusia yang mendasar dipertaruhkan,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa prinsip-prinsip tersebut tidak dapat dijadikan alasan ketika ada pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
“Berdasarkan penyelidikan komite, kami menganggap risiko keterlibatan tidak langsung dalam pelanggaran hak asasi manusia terlalu tinggi,” lanjutnya.
Hasil investigasi komite menunjukkan adanya risiko besar keterlibatan tidak langsung dalam pelanggaran HAM, terutama terkait keterkaitan Universitas Bar-Ilan dengan dugaan pelanggaran tersebut serta hubungan Universitas Ibrani Yerusalem dan Universitas Haifa dengan militer Israel (IDF).
Dewan Eksekutif menyatakan bahwa kerja sama di masa depan hanya akan dipertimbangkan jika dua universitas terakhir secara eksplisit mengambil jarak dari aktivitas yang berpotensi melanggar HAM, khususnya dalam penelitian di wilayah pendudukan dan keterlibatan dengan IDF.
Baca Juga:realme Note 60x: Smartphone Entry-Level Serba Bisa8 Kopi Sachet Tanpa Gula, Cocok Untuk Diet
“Untuk mempertimbangkan kolaborasi kelembagaan di masa mendatang dengan Universitas Ibrani Yerusalem dan Universitas Haifa, Dewan Eksekutif mewajibkan universitas-universitas ini untuk secara nyata menjauhkan diri dari keterlibatan dalam pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terkait aktivitas penelitian di wilayah pendudukan dan kerja sama dengan IDF,” katanya.
