Universitas Erasmus Rotterdam Bekukan Kerja Sama dengan Tiga Universitas Israel

Universitas Erasmus Rotterdam
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/snowing)
0 Komentar

Pihak EUR menyadari bahwa keputusan ini dapat memunculkan berbagai reaksi. Mereka juga menyatakan empati terhadap dampak konflik di Jalur Gaza, serta mengakui adanya perasaan tidak aman di kalangan mahasiswa dan staf, baik yang pro-Palestina maupun yang berlatar belakang Yahudi/Israel.

“Kami melihat bahwa mahasiswa dan staf, baik yang berlatar belakang Yahudi/Israel maupun gerakan pro-Palestina, terkadang tidak lagi merasa aman untuk menyuarakan pendapat. Itu sangat memengaruhi kami,” ujarnya.

“Kami tetap menjunjung tinggi lingkungan kampus yang aman, terbuka terhadap perbedaan pendapat, dan penuh rasa hormat,” demikian pernyataan mereka, seraya menekankan bahwa meskipun tidak semua bentuk ketidakamanan dapat dikendalikan, komitmen terhadap dialog tetap dijaga.*

0 Komentar