Siap Kucurkan Rp25M, Dedi Mulyadi Buktikan Komitmen Bangun Jalan Baru di Batutulis Bogor

Sejumlah alat berat dari Pemprov Jabar melakukan kegiatan fisik di area Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, beberapa waktu lalu. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Sejumlah alat berat dari Pemprov Jabar melakukan kegiatan fisik di area Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, beberapa waktu lalu. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan komitmennya dalam membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam merumusmkan solusi pembangunan akses pengganti Jalan Saleh Danasasmita di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Jalan Saleh Danasasmita yang menghubungkan kawasan Batutulis dengan Cipaku dan Pamoyanan itu mengalami amblas tergerus longsor beberapa waktu lalu hingga melumpuhkan aktivitas warga.

KDM, sapaan Dedi Mulyadi, menyebut pembangunan akses jalan baru di kawasan tersebut saat ini masih dalam tahap proses, termasuk terkait komitmen pembiayaan secara bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemkot Bogor.

Baca Juga:Meski Kasus Landai, Bandung Barat Tetap Waspada Covid-19 Varian BaruTolak Rp2,2 Triliun dari Al-Hilal, Bruno Fernandes Pilih Bertahan di Eropa

“Pembangunan jalan Batutulis itu sistemnya 50:50 dengan Pemkot, khusus untuk pembebasan lahannya. Tidak ada masalah, saya tinggal menunggu dari Pemkot soal pembebasan tanahnya,” ungkapnya saat berkunjung ke Kota Bogor, Selasa (3/6).

“Nanti kalau sudah waktunya dibayar, saya transfer uangnya,” tegas dia.

KDM menerangkan, nilai pembebasan tanah diperkirakan mencapai sekitar Rp50 miliar, yang akan ditanggung bersama antara Pemprov dan Pemkot masing-masing sebesar Rp25 miliar.

Terkait komitmennya yang mendorong agar opsi alih fungsi Jalan Saleh Danasasmita menjadi taman kota yang dinamakan Leuweung Baturulis, saat ini terkendala kebijakan pemerintah pusat.

Dalam hal ini, pekerjaan fisik yang sempat berjalan di ruas Jalan Saleh Danasasmita dengan menggunakan alat berat milik Pemprov Jabar akhirnya dihentikan sementara.

“Katanya itu jadi kewajiban Balai Besar PT KAI untuk meneruskan pekerjaan. Ya kita mundur dong,” ucap KDM.

Pihaknya menyayangkan keterlambatan penanganan tersebut, karena jika proyek tersebut tidak terganjal, penataan dan penanaman di kawasan Leuweung Batutulis seharusnya sudah berjalan.

“Tapi ya sudahlah, karena itu kewenangan mereka, silakan dilanjutkan,” lirihnya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti prosedur dalam pembebasan lahan. Namun, ia menegaskan pentingnya kontribusi dari Pemprov Jabar.

Baca Juga:Kuasa Hukum: Ridwan Kamil Sah Tidak Hadir, Pihak Penggugat Tetap KeberatanSidang Mediasi Lisa Mariana-Ridwan Kamil Deadlock, Kang Emil Mangkir Lagi!

“Kalau jalan itu kan pembebasan lahan ada prosedurnya, kami tidak ingin melanggar. Tapi yang penting ada kontribusi dari provinsi, dan komitmen dari Pak Gubernur itu pasti akan kita proses dan tindak lanjuti,” tuturnya.

Dirinya memperkirakan pembangunan fisik akses jalan baru bisa dimulai pada Februari 2026, setelah Detail Engineering Design (DED) selesai dan proses pembebasan lahan rampung.

0 Komentar