Dinkes Jabar Tindaklanjuti Edaran Kemenkes Terkait Kewaspadaan Covid-19

Ilustrasi masyarakat saat antre di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung.
Ilustrasi masyarakat saat antre di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung.
0 Komentar

JABAR  EKSPRES – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI yang berisi imbauan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Covid-19, menyusul lonjakan kasus di beberapa negara Asia.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, dr. R. Vini Adiani Dewi, memastikan bahwa hingga saat ini situasi di wilayah Jawa Barat masih terkendali.

“Kondisi di Jabar masih aman, belum ada peningkatan kasus,” ujar Vini pada Senin (2/6).

Baca Juga:Retakan Tebing di Kolmas Lembang Meluas, Akses Jalan Bakal Dibatasi saat Turun HujanPembangunan Tanpa Kendali, Warga Lembang Bertaruh dengan Bencana

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima dan menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan berkoordinasi ke seluruh dinas kesehatan kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Salah satu fokus utama yang kembali digalakkan adalah sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Vini menyebut pentingnya kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan perlengkapan pribadi saat makan, dan menerapkan kebiasaan baik yang sebelumnya diterapkan selama masa pandemi.

“PHBS kembali kami gencarkan sebagai langkah antisipatif,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes juga menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun daerah, untuk lebih siaga dalam mendeteksi gejala berat, terutama gangguan pernapasan.

“Fasilitas kesehatan harus lebih peka, ada ruang isolasi untuk pasien dengan gejala berat dan semuanya harus dipantau serta dilaporkan melalui sistem yang sudah disiapkan,” tambahnya.

Meski belum ada arahan untuk melakukan tes swab massal, langkah antisipatif tetap dijalankan sambil menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.

“Saat ini fokus kami adalah pencegahan dan kesiapsiagaan. Swab belum menjadi prioritas, tapi PHBS tetap harus diterapkan,” tutup Vini.

0 Komentar