Harga LCGC Meroket! Ini Mobil Alternatif yang Lebih Worth It

LCGC
0 Komentar

Banyak calon pembeli ragu untuk membeli mobil LCGC bekas karena khawatir mobil tersebut bekas kendaraan taksi online. Mobil bekas taksi online umumnya memiliki kilometer tinggi, kondisi yang lelah, dan sering kali memiliki banyak perbaikan darurat atau bahkan perbaikan “akal-akalan” yang tidak sesuai standar.

Misalnya, perbaikan kaki-kaki mobil yang bukan diperbaiki dengan benar, melainkan hanya disiasati agar terlihat layak. Karena alasan-alasan ini, saya pribadi cukup kapok menjual mobil LCGC bekas karena prosesnya jauh lebih sulit dibandingkan menjual mobil non-LCGC.

Salah satu alasannya adalah pajak yang lebih murah. Hal ini wajar karena harga dasar mobil LCGC memang lebih rendah. Dulu, pemerintah bahkan memberikan subsidi tambahan untuk LCGC, sehingga pajaknya bisa jauh lebih murah. Namun, saat ini subsidi tersebut telah dialihkan ke kendaraan listrik (EV), sehingga mobil LCGC tidak lagi memiliki keunggulan khusus dalam hal pajak.

Baca Juga:Review iQOO Z10 Indonesia: Baterai Jumbo 7300 mAh, Tapi Performa Biasa Saja?Membongkar Skema Ponzi di Balik Aplikasi Rinck dan AMV

Akan tetapi, bagi sebagian orang, alasan utama membeli mobil LCGC bukan sekadar karena murah, tetapi karena memberikan kenyamanan secara finansial dan psikologis. Artinya, mereka merasa lebih tenang karena cicilan lebih ringan, pajak lebih murah, dan biaya operasional lebih terjangkau. Namun perlu digarisbawahi, kenyamanan tersebut hanya bersifat finansial—bukan kenyamanan dalam hal kualitas atau pengalaman berkendara. Karena jika bicara kenyamanan fisik dan fitur mobil, mobil LCGC masih jauh dari kata nyaman.

0 Komentar