JABAR EKSPRES – Kali ini saya akan mengungkap penipuan yang dilakukan oleh aplikasi Rinck. Aplikasi ini mengklaim bahwa penggunanya bisa mendapatkan uang hanya dengan mengerjakan tugas. Salah satu tugas yang ditawarkan adalah memberikan rating pada foto. Kurang lebih, tugasnya adalah melihat foto selama beberapa detik — sekitar 8 detik — lalu memberikan rating. Dari aktivitas tersebut, pengguna diklaim akan mendapatkan uang.
Setelah menyelesaikan beberapa tugas, kamu akan berhasil mengumpulkan saldo sebesar Rp12.500. Namun, jumlah ini hanya digunakan sebagai pancingan agar pengguna tergoda untuk melakukan deposit ke dalam aplikasi Rinck.
Selanjutnya, pengguna diminta untuk melakukan deposit agar bisa mengakses pekerjaan-pekerjaan (job) yang tersedia, mulai dari job 1 hingga job 10. Modal terkecil yang ditawarkan adalah sebesar Rp500.000, dengan jumlah tugas harian sebanyak 5 tugas. Setiap tugas dibayar Rp3.300.
Jika dihitung:
Rp3.300 × 5 tugas = Rp16.500 per hari.
Dalam sebulan (30 hari): Rp16.500 × 30 = Rp495.000.
Baca Juga:Catat! 6 Uang Kuno Ini Bisa Dijual Harga Fantastis Suatu Saat NantiAplikasi Rice Rich Modus Investasi Beras dengan Keuntungan Tak Masuk Akal
Artinya, dalam sebulan hampir balik modal, hanya kurang sekitar Rp5.000. Maka, pada hari berikutnya, modal pun sudah kembali.
Untuk modal terbesar, aplikasi ini bahkan menawarkan paket hingga Rp136 juta dengan jumlah tugas harian sebanyak 400. Setiap tugas dibayar sebesar Rp136.000.
Bandingkan dengan job 1, di mana setiap tugas hanya dibayar Rp3.300. Padahal jenis tugas yang dilakukan sama. Hal ini sudah menunjukkan ketidaklogisan sistem yang mereka tawarkan.
Jika aplikasi ini memang benar bekerja sama dengan pihak pengiklan untuk memberikan rating pada foto, maka seharusnya uang yang dibayarkan kepada pengguna berasal dari pihak pengiklan — bukan dari deposit pengguna lain.
Faktanya, tidak ada pihak pengiklan di dalam aplikasi ini. Lalu, dari mana aplikasi membayar para penggunanya? Jawabannya adalah dari uang yang berasal dari pembelian job-job tersebut. Artinya, perputaran uang hanya berasal dari member ke member. Inilah yang disebut skema ponzi.
Cepat atau lambat, aplikasi seperti ini pasti akan berakhir scam. Pada awal-awal mungkin mereka akan membayar untuk meyakinkan pengguna agar melakukan deposit yang lebih besar. Tapi meskipun ada uang yang diperoleh, uang tersebut tidak bisa dikatakan berkah, karena berasal dari sistem yang menipu dan merugikan orang lain.
