Perlu dicatat, harga tersebut adalah untuk tipe terendah. Jika Anda mengincar tipe yang lebih tinggi, meskipun masih dalam kategori LCGC, harganya sudah sangat dekat dengan angka Rp200 juta.
Dengan harga mobil LCGC yang kini mendekati Rp200 jutaan, muncul pertanyaan: mengapa masih banyak orang yang memilih untuk membelinya? Padahal, ada beberapa mobil lain dengan harga yang tidak terpaut jauh, bahkan memiliki spesifikasi dan kualitas yang lebih baik.
Jika anggaran Anda berada di kisaran Rp200 jutaan, sebenarnya ada beberapa alternatif yang patut dipertimbangkan. Sebagai contoh, daripada membeli Honda Brio yang harganya nyaris Rp200 juta, lebih baik memilih Suzuki Baleno hatchback. Meskipun harga resminya berada di angka Rp270 jutaan, dalam praktiknya Anda bisa mendapatkan diskon cukup besar—bahkan mencapai Rp50 hingga Rp60 juta—jika beruntung dan berbicara langsung dengan tenaga penjual. Suzuki memang dikenal sering memberikan potongan harga yang cukup agresif.
Baca Juga:Review iQOO Z10 Indonesia: Baterai Jumbo 7300 mAh, Tapi Performa Biasa Saja?Membongkar Skema Ponzi di Balik Aplikasi Rinck dan AMV
Contoh lain, daripada membeli Kia Picanto 1.2 E manual dengan harga sekitar Rp196 juta, lebih baik memilih Toyota Avanza tipe E manual yang dibanderol Rp239,7 juta. Jika harga Avanza masih dianggap terlalu tinggi, Daihatsu Xenia yang harganya mulai dari Rp220 jutaan bisa menjadi opsi. Atau Anda bisa mempertimbangkan Suzuki Ertiga, yang secara resmi berada di kisaran Rp230 jutaan. Namun, lagi-lagi karena ini Suzuki, jika Anda beruntung, mobil ini bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp200 juta setelah diskon.
Dengan kondisi seperti ini, pada tahun 2025, mobil LCGC tampaknya mulai kehilangan relevansinya. Harga yang semakin mendekati mobil kelas di atasnya, namun dengan kualitas yang masih tertinggal, membuat LCGC terasa kurang menarik. Salah satu aspek kualitas yang paling mencolok adalah performa pendingin udaranya (AC).
Hampir semua mobil LCGC memiliki kualitas AC yang kurang baik—kurang dingin dan terkadang mengeluarkan aroma yang kurang sedap. Sementara itu, mobil non-LCGC memiliki sistem AC yang lebih dingin, nyaman, dan bebas bau.
