Siap Tindak Lanjuti Audit Investigatif BUMD, Biro BIA Lakukan Tahap Fact Finding

Pabrik Es Saripetojo, salah satu unit usaha PT Agronesia. BUMD milik Pemprov Jabar.
Pabrik Es Saripetojo, salah satu unit usaha PT Agronesia. BUMD milik Pemprov Jabar.
0 Komentar

JABAR EKSPRES–  Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) tengah mempersiapkan langkah konkret untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait audit investigatif terhadap BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Kepala Biro BIA Jabar Deny Hermawan menuturkan, pihaknya juga telah menyimak arahan Gubernur yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, Senin (26/5) itu. “Tahap awal fact finding. Setelahnya kami masih konsultasi dengan BPK maupun BPKP,” jelasnya, Selasa (27/5).

Fact Finding itu upaya untuk mengumpulkan fakta atau masalah organisasi. Itu dilakukan pada sejumlah BUMD milik Pemprov Jabar.

Baca Juga:Bupati Bandung Barat Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Drainase, 24,9 KmSPMB Buka Peluang Calon Peserta Didik Baru Bersekolah di SMP Luar Domisili

Kinerja BUMD Pemprov Jabar memang tengah menjadi sorotan. Terbaru, pengelolaan BUMD juga jadi temuan BPK dalam audit APBD 2024. Itu terkait pengelolaan penyertaan modal Pemprov kepada empat BUMD.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ingin mengambil langkah tegas. Yakni melakukan audit investigatif pada BUMD.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan tahunannya, sejumlah BUMD Pemprov juga mencatatkan laba dan rugi pada tutup buku 2024.

Misalnya PT Jaswita Jabar yang mencatatkan laba bersih setelah pajak penghasilan sebesar Rp 3,6 miliar. Lalu PT MUJ mencatatkan laba bersih Rp 72,088 miliar.

Atau BPR Indramayu Jabar yang masih mencatatkan saldo rugi Rp 1,6 miliar. Tapi memang telah menunjukkan trend positif. Ada penurunan signifikan kerugian dari Rp 5,7 miliar pada September 2024 lalu menjadi Rp 1,6 pada Desember 2024.(son)

0 Komentar