JABAR EKSPRES – Persoalan sampah dan limbah di Kota Cimahi tak kunjung tuntas. Di balik tumpukan sampah yang berserakan, tersembunyi masalah yang lebih dalam rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya edukasi lintas sektor.
Ketua Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi, Wahyu Dharmawan, menyebut perlunya pendekatan baru yang lebih strategis dan kolaboratif, dengan melibatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata.
“SKPD lain juga bisa diberdayakan, bukan cuma DLH. Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Kesbangpol sangat potensial menjadi garda pendukung,” kata Wahyu saat di konfirmasi Jabar Ekspres, Senin (26/5/25).
Baca Juga:Bupati Larang Penggunaan Jembatan Apung Cijeruk, Pemkab Siapkan Pembangunan Jembatan PermanenHingga Akhir Juni, Warga Jawa Barat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Wahyu menekankan, Satpol PP misalnya, dapat mengambil peran yang lebih humanis dan tidak harus selalu represif.
“Satpol PP bisa berperan sebagai pengayom dan penyadar masyarakat, bukan sekadar penegak Perda dalam artian sempit,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pendekatan edukatif, Satpol PP bisa menjadi agen perubahan melalui pikiran, ucapan, dan tindakan. Hal ini akan jauh lebih efektif dalam membangun budaya sadar lingkungan, ketimbang hanya mengandalkan tindakan penertiban.
Ia juga menyebut peran penting Dinas Pendidikan, khususnya dalam menyasar siswa sebagai agen perubahan dari rumah.
“Jika pembelajaran soal sampah masuk secara konsisten dalam proses pendidikan, maka efeknya bisa terasa hingga ke rumah siswa,” kata Wahyu.
Dinas Kesehatan pun tak luput dari sorotannya. Menurut Wahyu, Dinkes adalah pihak yang paling terdampak jika persoalan sampah dan limbah tidak tertangani dengan baik.
Oleh karena itu, sambungnya, unit Kesehatan Lingkungan (Kesling) di Dinkes dinilai perlu diaktifkan lebih optimal untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Baca Juga:Jadi Pembimbing Haji, Legislator Umi Siti Oded Ingatkan Persiapan Panas Ekstrem dan Barang BawaanKolaborasi KIN Dairy dengan RANS Simba Basketball: Ajak Generasi Muda Hidup Lebih Sehat dan Aktif Dengan Susu A2
“Banyak warga yang bahkan belum tahu perbedaan antara black water dan grey water. Karena ketidaktahuan ini, mereka melakukan kebiasaan yang justru merugikan lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Wahyu juga menyoroti potensi besar Kesbangpol dalam mengerahkan ormas yang tersebar di seluruh wilayah Cimahi.
“Jumlah organisasi kemasyarakatan kita lebih banyak dari jumlah RW. Kenapa tidak ditugaskan untuk memegang peranan teritorial tertentu? Misalnya satu ormas bertanggung jawab untuk penanganan persampahan di satu RW,” tegasnya.
