Jadi Pembimbing Haji, Legislator Umi Siti Oded Ingatkan Persiapan Panas Ekstrem dan Barang Bawaan

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah.
0 Komentar

JABAREKSPRE – Anggota DPRD Jabar Siti Muntamah berkesempatan menjadi Petugas Pembimbing Haji 2025. Ia mengimbau jamaah untuk bersiap dengan panas ekstrem dan meminimalisir kegiatan di luar rangkaian ibadah haji.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengabarkan langsung dari Arab Saudi. Menurutnya, persiapan maupun pelaksanaan ibadah haji kali ini jauh lebih baik dari beberapa tahun sebelumnya.

Salah satunya terkait upaya pembatasan warga yang tidak sedang ibadah haji untuk masuk ke Masjidil Haram. “Ini haji kami yang ketiga. Sekarang jauh lebih bagus,” tuturnya melalui telephone, Jumat (23/5).

Baca Juga:Kolaborasi KIN Dairy dengan RANS Simba Basketball: Ajak Generasi Muda Hidup Lebih Sehat dan Aktif Dengan Susu A2Kolaborasi Strategis Hotel dan UMKM Lokal: Mengangkat Citra Handcraft Lewat Kegiatan Kreatif Bersama dalam Program Craftology

Perempuan yang akrab disapa Umi Oded itu melanjutkan, pelaksanaan haji saat ini nampak rapi. “Sekarang tidak semua orang bisa masuk Masjidil Haram. Harus pakai kartu nusuk. Jadi sekarang lebih teratur dan lebih sepi. Ibadah lebih khusyuk,” sambungnya.

Umi Oded menambahkan, selain pembatasan itu, beberapa pelayanan yang berkaitan dengan ibadah haji juga nampak siap dan berjalan optimal. Misalnya mulai dari pelayanan di hotel, sarana dan prasarana, hingga makanan bagi jamaah. “Sarpra cukup, makanan juga enak. Selalu ada buah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Umi Oded juga mengimbau bagi para jamaah. Baik yang sudah berada di tanah suci atau yang bakal berangkat. Salah satu yang perlu disiapkan adalah fisik untuk menghadapi cuaca ekstrem. “Perlu banyak minum oralit. Maklum aktifitas di terik sekitar 46 derajat,” katanya.

Lalu yang tak kalah penting adalah meminimalisir aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan rangkaian ibadah haji. Misalnya city tour yang kini terpantau banyak dilakukan. “Dibatasi, kasihan juga jika rombongan ada yang lansia,” tuturnya.

Umi Oded melanjutkan, sebelum berangkat, para jamaah juga perlu memperhatikan beberapa hal. Misalnya untuk tidak perlu membawa barang-bawaan yang memang dilarang ke dalam koper. Itu juga bakal menghambat perjalanan.

“Yang sering ditemukan itu rokok, ada juga pemanas. Lalu power bank,” urainya.(son)

0 Komentar