Memaksimalkan potensi peluang di sektor jasa ekspedisi, maka menggaet kalangan komunitas di sektor tersebut menjadi suatu keharusan. Nah, Lalamove mengambil peran dengan menjaring komunitas pemilik kendaraan pribadi maupun niaga, dengan para pelaku usaha UMKM.
Dikutip dari artikel jurnal Studi Niat Beli Konsumen pada Platform E-commerce Komunitas dengan Model SOR: Studi Kasus Aplikasi “Xiaohongshu” Tiongkok, Baodeng Lin dan Binqiang Shen: e-commerce komunitas didefinisikan sebagai aktivitas e-commerce yang didukung oleh hubungan komunitas di komunitas tidak hanya membutuhkan ekspresi diri yang mandiri, tetapi juga struktur yang stabil dan konsep kelompok yang konsisten.
Ketika Internet berkembang ke berbagai bidang, konsep “komunitas” secara bertahap terintegrasi ke dalam operasi bisnis, yang pada akhirnya berkembang menjadi model baru “komunitas+e-commerce”, yang menjadikan koneksi, komunikasi, informasi, transaksi, dan nilai lainnya menjadi berkelanjutan. Pada tahap ini, Lalamove bisa bersinergi dengan komunitas dan berhasil mencatatkan diri sebagai aplikasi yang sudah mulai dibutuhkan oleh masyarakat secara umum.
Baca Juga:New Honda PCX 160 Roadsync, Lengkap Dengan Fitur Koneksi MobileAmunisi Bekas Makan Korban, Apa Yang Mesti Dilakukan Orang Awam?
Jasa pengantaran yang memperlukan aktifitas fisik dan alat transportasi pendukung konvensional seperti motor, mobil hingga kendaraan pick up, sudah pasti diperlukan dan ini ditangkap oleh Lalamove sebagai peluang bisnis dengan mensinergikannya dengan aplikasi digital.
Dengan skema bermitra dengan komunitas para pemilik armada, maka menjadikan Lalamove sebagai pilihan realistis untuk pengguna yang memanfaatkan layanan jasa pengiriman melalui aplikasi digital yang lengkap sehingga faktor kecepatan dan ketepatan dalam transaksi menambah efisieni waktu dan biaya tanpa konsumen mengalokasikan biaya lebih jika membeli kendaraan untuk antar jemput.
Selanjutnya teori Baodeng Lin dan Binqiang Shen menyatakan, e-commerce tradisional merupakan langkah penting bagi komunitas e-community sebelum perkembangannya. Dalam analisisnya dijabarkan perbedaan antara e-commerce komunitas dan e-commerce tradisional dalam hal model bisnis, karakteristik lalu lintas pengguna, akses untuk menarik pengguna, dan lain-lain, berdasarkan perbedaannya. Mereka menunjukkan bahwa e-commerce tradisional dan komunitas harus digabungkan dalam pengembangan kolaboratif dengan bersama-sama memuaskan permintaan konsumen, melengkapi cara untuk menarik pelanggan, mendiversifikasi kenikmatan berbelanja, dan meningkatkan atribut sosial, dll.
