JABAR EKSPRES – Wacana negosiasi ulang kerja sama sejumlah aset milik Pemprov Jawa Barat masih jalan di tempat. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih melakukan evaluasi.
Hal itu diungkapkan Kepala BPKAD Jabar Norman Nugraha, Rabu (3/6). Ia menjelaskan, terkait wacana negosiasi ulang itu masih disiapkan. “Ini masih evaluasi,” jelasnya saat ditemui di DPRD Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Norman juga belum menjelaskan secara gamblang peluang dilakukannya negosiasi terkait kerja sama aset tersebut. “Nanti dilihat hasilnya. Masih evaluasi dulu. Nanti di informasikan,” cetusnya.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Akan Kaji Ulang Kerjasama dengan Hotel Pullman yang Sewa Aset Pemprov Jabar dengan Harga Murah!Dewan Dorong Evaluasi Kerja Sama Pengelolan Aset BOT, Ada Hotel Pullman hingga Lapangan Golf
Di sisi lain, wacana terkait negosiasi ulang sejumlah aset daerah itu dilontarkan Gubernur Dedi Mulyadi sejak November 2025 lalu. Salah satu contoh aset yang dikerjasamakan dan perlu dievaluasi itu adalah Hotel Pullman di Kota Bandung.
Hotel Pullman yang berdiri di lahan Pemprov Jabar itu didirikan sejak 2012 ketika kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan dengan kejasama sistem Build of Transfer (BOT) selama 35 tahun.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna, Kamis (20/11/2025) malam mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.
Dedi Mulyadi mencontohkan, ada aset strategis di depan Gedung Sate digunakan untuk hotel besar. Tapi setoran ke daerah dinilai belum maksimal.
“Contoh hotel besar depan Gedung Sate (Hotel Pullman.red) itu hanya Rp2 miliar (setoran.red) setahun. Saya ingin negosiasi ulang. Masa setahun hanya Rp2 miliar,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran Jabar Ekspres dari data LHP BPK, aset di depan Gedung Sate itu dikerjasamakan dengan PT Tritunggal Lestari Makmur.
Setoran tetap dari PT Tritungal Lestari Makmur itu dimulai pada 2012 dengan setoran awal Rp500 juta. Nilainya berubah secara bertahap hingga pada 2025 ini ditetapkan Rp2,08 miliar. Rancangan kerja sama itu sampai 2050 dengan setoran pada tahun itu adalah Rp2,33 miliar. (son)
