JABAR EKSPRES – Kami akan membahas aplikasi Vanguard, yang diklaim sebagai aplikasi penghasil uang. Namun, benarkah demikian? Ataukah ini justru merupakan modus penipuan investasi bodong?
Ketika mengakses situs web v-vngrd6.my.id atau aplikasinya, pengguna diarahkan untuk menyelesaikan beberapa tugas. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, pengguna langsung mendapatkan saldo sebesar Rp151.400.
Di dalam aplikasi ini, pengguna baru bisa mendapatkan fasilitas gratis yang disebut sebagai “magang”. Namun, untuk mendapatkan penghasilan lebih, pengguna diharuskan melakukan deposit. Jumlah deposit terkecil adalah Rp100.000, dengan klaim bahwa dalam satu bulan modal tersebut bisa kembali. Semakin besar nilai deposit, maka semakin besar pula potensi pendapatan yang dijanjikan.
Baca Juga:3 Tips Penting Sebelum Membeli Mobil Bekas Selain Periksa MesinDana Bansos BNPT Segera Cair Rp600.000 per Orang, Cek Namamu di Sini!
Tugas utama di dalam aplikasi ini adalah mendengarkan musik, mirip dengan konsep yang ditawarkan oleh aplikasi MX Trend yang sebelumnya sudah dinyatakan sebagai penipuan (scam).
Saat mencoba menyelesaikan tugasnya, sistem memang masih berjalan dan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang. Contohnya, mendengarkan musik selama kurang lebih 30 detik akan menghasilkan Rp2.200. Tentu terlihat sangat mudah untuk mendapatkan uang melalui aplikasi ini.
Namun, hal tersebut tampaknya hanya sekadar umpan agar pengguna bersedia melakukan deposit. Aplikasi ini memiliki batas minimum penarikan sebesar Rp25.000, dan setiap penarikan dikenakan biaya 10%. Jumlah ini tergolong cukup besar untuk sebuah biaya transaksi.
Selain tugas mendengarkan musik, aplikasi ini juga menyediakan fitur investasi dengan imbal hasil yang tidak masuk akal, yaitu hingga 3,3% per hari. Tidak ada aplikasi investasi yang sah dan legal yang dapat menjamin return tetap seperti itu. Klaim semacam ini justru menjadi ciri khas penipuan investasi bodong. Oleh karena itu, para pengguna diimbau untuk berhati-hati jika ingin bergabung dalam aplikasi ini.
Aplikasi ini juga memiliki fitur “roda keberuntungan” yang hanya bisa digunakan setelah menonton iklan atau mengundang orang lain. Ada juga fitur “kegiatan sosial” yang masih kosong, tetapi biasanya aplikasi penipuan semacam ini akan berpura-pura mengadakan kegiatan sosial atau bahkan mendirikan kantor demi meyakinkan pengguna.
