Para pengusaha taksi lokal akan senang dengan tangan terbuka untuk bekerja sama dan ini merupakan solusi yang saling menguntungkan.
‘’Ini juga bisa menjadi solusi untuk peremajaan armada menuju kendaraan listrik sesuai program pemerintah,” ujarnya.
Ifan menilai, penggunaan mobil listrik untuk kendaraan taksi bagi pengusaha lokal masih menghadapi banyak kendala.
Baca Juga:Kabel Internet di Kota Banjar Semrawut, Satpol PP akan Tindak Tegas!Siswa Sekolah yang Dikirim ke Barak Militer jadi Petugas Upacara, Orang Tua Terharu!
Selain harga lebih mahal, dari sisi operasional masih kesulitan dalam melakukan perawatan, khususnya untuk penggantian suku cadang.
Untuk itu, pihaknya mendesak agar pemerintah bisa turun tangan untuk membuat kebijakan dengan memberikan subsidi untuk pengadaan mobil listrik.
Pengusahaan asing yang ingin bergerak di bidang transportasi juga bisa didorong oleh pemerintah untuk diajak kerja sama.
‘’Ini agar pengusaha lokal mampu melakukan transformasi tanpa terpuruk secara finansial,’’ ujarnya.
Pemerintah sudah seharusnya melindungi para pengusaha lokal, agar jangan sampai investor malah menghancurkan harapan pengasahan lokal.
Sementara itu Ketua DPC Organda Kota Bandung Neneng Djuraidah menururkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dishub Jabar telah dipaparkan mengenai rencana masuknya perusahaan taksi PT Xanh SM Green and Smart Mobility.
Dalam rapat tersebut Neneng mengaku menolak tegas izin baru yang diminta oleh perusahaan asing tersebut yang ingin beroperasi di wilayah Bandung raya.
Baca Juga:11 Preman Diproses Hukum oleh Polretabes Bandung Karena Bawa Sajam dan NarkobaWali Kota Bandung Belum Ada Gebrakan, Banyak Hadiri Acara Seremonial
‘’Hasil rapat kemarin kami menolak untuk izin baru namun sedangkan dari dinas sub kota/Kabupaten sudah menganjurkan agar perusahan asing bisa menjadi mitra,’’ tandas Neneng. (yan)
