Menyikapi Fenomena ‘Boti’ di Media Sosial, Laki-Laki Maskulin Bisa Berubah Feminin

Menyikapi Fenomena ‘Boti’ di Media Sosial
0 Komentar

Di masyarakat kita, sedikit saja menunjukkan sisi feminin, langsung dicap sebagai boti. Misalnya, laki-laki yang menggunakan skincare kerap kali dianggap demikian, karena masih ada anggapan bahwa perawatan kulit hanya pantas dilakukan oleh perempuan.

Lalu, apakah semua pria yang dicap boti memiliki orientasi seksual yang menyimpang?

Banyak orang salah kaprah dalam hal ini. Laki-laki yang memiliki gestur atau perilaku yang terlihat feminin tidak serta-merta memiliki ketertarikan pada sesama jenis. Tekstur suara, ekspresi wajah, atau cara bergerak seseorang tidak selalu mencerminkan orientasi seksualnya.

Baca Juga:Simpan Dulu! 5 Koin Kuno yang Dicari Kolektor Ini Bisa Jadi Investasi MenguntungkanMengulas Lengkap Suzuki Fronx Hatchback Rasa SUV yang Siap Guncang Pasar Indonesia

Memang, dalam banyak kasus di luar negeri, pria dengan gaya yang gemulai atau kemayu sering kali memang memiliki ketertarikan kepada pria lain. Namun, tidak berarti bahwa setiap laki-laki yang tampak seperti itu pasti menyukai pria yang lebih maskulin atau berpenampilan macho. Anggapan ini belum tentu benar.

Sekarang, mari kita kembali ke pertanyaan utama: mengapa ada pria yang berperilaku gemulai atau disebut boti? Apakah ini disebabkan oleh lingkungan, pola asuh, atau sesuatu yang memang sudah ada sejak lahir?

Penyebab Seoang Laki-laki Menjadi ‘Boti’

Setelah ditelusuri, ada beberapa faktor menarik yang dapat memengaruhi perilaku tersebut. Salah satunya adalah faktor lingkungan. Mungkin Anda pernah mendengar orang tua zaman dulu berkata bahwa laki-laki tidak boleh bermain boneka, harus kuat, dan berani.

Sejak kecil, kita sudah dikenalkan pada standar sosial yang membedakan perilaku laki-laki dan perempuan. Lalu, bagaimana jika seorang anak laki-laki tumbuh di lingkungan yang didominasi oleh perempuan dan lebih sering bergaul dengan mereka?

Situasi semacam ini bisa membentuk cara seseorang mengekspresikan dirinya, termasuk dalam hal perilaku dan gestur, tanpa harus berkaitan langsung dengan orientasi seksualnya.

Sebagai contoh, seorang anak laki-laki yang merupakan anak tunggal dan sejak kecil hanya bermain dengan ibu serta kakak-kakak perempuannya, bisa saja tanpa disadari mengadopsi perilaku mereka.

0 Komentar