Masuk Administratif SMAN Jatinangor, Lahan Pemprov Malah Didirikan Bangunan Permanen oleh Warga!

Sejumlah peserta didik SMA Negeri Jatinangor sedang berjalan keluar gedung bangunan pada jam pulang sekolah, di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Sejumlah peserta didik SMA Negeri Jatinangor sedang berjalan keluar gedung bangunan pada jam pulang sekolah, di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebentuk bangunan permanen berdiri di dekat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Jatinangor, yang berlokasi di wilayah Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, bangunan tersebut berdiri bukan di tanah pribadi melainkan di lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebidang tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut, diketahui secara administratif merupakan Sertifikat Hak Guna Pakai untuk SMAN Jatinangor.

Baca Juga:Meski Lampaui Target, BPK Nilai BRIN Belum OptimalPT Jaswita Jabar Catat Laba Rp3,6 Miliar di 2024, Efek Efisiensi?

Ketika dikonfirmasi, Humas SMA Negeri Jatinangor, Asep Suhayat membenarkan, jika sebidang tanah yang sudah berdiri bangunan permanen tersebut merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Adapun untuk kondisi saat ini, keberadaan sebidang tanah milik Pemprov Jabar itu dinilai sedang sangat dibutuhkan, guna kelancaran dan kenyamanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Karena siswa terus bertambah, kondisinya sekarang sekolah kekurangan kelas,” bebernya.

Asep menerangkan, sementara ini SMA Negeri Jatinangor terpaksa memanfaatkan ruangan perpustakaan hingga laboratorium, untuk dijadikan kelas dalam rombongan belajar siswa.

“Kita per kelas itu ada 36 siswa, kalau ditotal keseluruhan ada 1.286 peserta didik,” terangnya.

“Sementara beberapa ruangan yang bukan peruntukannya kita gunakan karena kekurangan kelas, seperti perpus dan laboratorium,” lanjut Asep.

“Pertemuan sudah ada. Sekarang warga pun sebetulnya sudah mau untuk menyerahkan lahan tersebut, tapi ingin ada semacam uang kerohiman dari pemerintah,” ungkapnya.

0 Komentar