JABAR EKSPRES – Di balik polemik proyek wahana di Puncak Bogor yang dibongkar, ternyata PT Jaswita Jabar memiliki catatan positif pada tahun buku 2024. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar itu mencatatkan laba bersih setelah pajak penghasilan sebesar Rp3,6 miliar.
Itu berdasarkan data data Laporan Tahunan 2024 perusahaan tersebut. Laba itu meningkat dibanding perolehan pada 2023 yang berada di angka Rp1,5 miliar. Atau meningkat sekitar 106 persen.
Dalam dokumen itu pula dilaporkan bahwa PT Jaswita Jabar mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp101,2 miliar. Pendapatan itu menunjukkan tren positif, meningkat 5 persen jika dibanding pada 2023 yang hanya di angka Rp95,9 miliar.
Baca Juga:Sidang Perdana Gugatan Lisa Mariana Terhadap Ridwan Kamil Digelar 26 Mei, Ini Agendanya!TPS Pasar Ciwastra Dibuka Kembali, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pembuangan Sampah
Lalu beban kantor turun sebesar 31 pesen. Dan efisiensi beban penyusutan turun sebesar 25 persen.
PT Jaswita Jabar sendiri mengelola sejumlah unit usaha. Mulai dari pengelolaan wisata Waduk Darma, perjalanan wisata, hingga pengelolaan hotel seperti Grand Hotel Preanger di Kota Bandung.
PT Jaswita Jabar sempat menjadi sorotan di awal kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Itu terkait wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor. Proyek itu milik PT Jaswita Lestari Jaya yang merupakan anak usaha PT Jaswita Jabar. Proyek itu dibongkar Dedi Mulyadi karena dinilai merusak lingkungan.(son)
