Panen Raya, Bulog Pastikan Serapan Gabah Petani Sesuai HPP

Ilustrasi pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jum'at (7/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspes
Ilustrasi pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jum'at (7/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspes
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam kegiatan Panen Raya Padi serentak yang dilaksanakan di kabupaten/kota, Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto memastikan bahwa serapan gabah milik petani termasuk di wilayah Jawa Timur akan optimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

HPP ini Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

Di Provinsi Jawa Timur sendiri terdapat 5.500 hektare yang dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Ia juga menyebutkan bahwa petani di Ngawi saat ini cenderung menggunakan pupuk organik untuk tanaman padi mereka.

Baca Juga:Kebijakan Tarif Ekspor Amerika Ancam PHK Massal Bagi BuruhYayasan Bhakti Bela Negara Ikut Panen Raya Bareng Presiden, Kembangkan Tanaman Padi Secara Organik

Tren penggunaan pupuk organik ini semakin meningkat diseluruh kalangan petani Ngawi. Meskipun pada awal penerapannya belum maksimal, namun diperkirakan ke depan produktivitas semakin meningkat. Hal tersebut semakin mengoptimalkan serapan.

“Jawa Timur ini barometer nasional, baik dari sisi produksi maupun penyerapan. Sampai hari ini, dari target 593 ribo ton, sudah terserap 152 ribu ton atau 25 persen. Ini sejalan dengan capaian nasional,” katanya.

Sementara, Pimpinan Wilayah Bulog Jatim, Langgeng Wisnu A memastikan kapasitas Gudang Bulog di Jawa Timur masih aman untuk menampung hasil serapan gabah petani.

0 Komentar