Rupiah Tembus Rp18.000, Terburuk Sepanjang Sejarah?

Rupiah Tembus Rp18.000, Terburuk Sepanjang Sejarah?
Kurs rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp18.000 pada Kamis (4/6/2026) pagi. Dok. Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan, pada Kamis (4/6/2026) pagi, kurs rupiah berada di angka Rp18.024 per dolar AS.

Kurs rupiah yang tembus Rp18.000 per dolar AS saat ini menjadi rekor pelemahan tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Melihat kondisi ini, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah ini merupakan cermin tekanan eksternal yang semakin kuat di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga:Diduga Microsleep, Fortuner Terbalik di Tol Jagorawi hingga Sebabkan Pengemudi Luka-lukaDiduga Korsleting Listrik, Pom Mini dan Toko Beras di Ciampea Ludes Terbakar

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” ujarnya kepada ANTARA, Kamis.

Selain itu, kata dia, pelemahan kurs rupiah ini juga dipicu oleh sentimen domestik yang masih kurang kondusif. Serta data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan pasar.

Data ketenagakerjaan AS serta indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM) yang menunjukkan kinerja lebih kuat dari ekspektasi memperbesar optimisme terhadap ekonomi AS.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar juga dinilai belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah. Seperti dikeluhkan sejumlah masyarakat di media sosial.

“Harga barang yang berpotensi naik, efek 1USD = Rp18.000: mi instan, tahu dan tempe, tepung terigu, roti dan kue…,” ungkap warganet di media sosial X.

“Setiap hari selalu ada kejutan dari Rupiah, 2 bulan lalu mencetak rekor tertinggi dalam sejarah yg tembus Rp.17000, hari ini rekor baru tercipta yg tembus Rp.18.000. Sepertinya puncak bukan 5 menit lagi,” tulis warganet lainnya.

Baca Juga:Sebulan Buron, Tersangka Tawuran Tewaskan Pelajar di Dramaga Bogor Dibekuk PolisiDiduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Atas Rakit Saat Jala Ikan di Situ Cikaret Cibinong

Selain itu, kondisi ini juga memicu kekhawatiran masyarakat akan adanya pelemahan ekonomi masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Bahkan, publik menilai kondisi ini dapat berpotensi menurunkan ekonomi kalangan menengah menjadi miskin.

“Pak @prabowo sumpah ini mah lagi ga baik negara, dengerin siapa sih bilang negara kita kuat mulu? Ini yang kaya bisa jatuh miskin, yang miskin makin miskin. Berapa orang tuh yang duitnya hilang gitu aja di bursa pak. Rupiah Rp18.000 ni emang sengaja nunggu ke Rp19.045 kah?” ujar seorang warganet di X.

0 Komentar