JABAREKSPRES – Delegasi pekerja dari berbagai negara yang mengikuti Sidang ke-114 International Labour Conference (ILC) menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan monumen Broken Chair, Jenewa, Rabu (3/6/2026).
Aksi tersebut berlangsung di sela sidang tahunan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang digelar 1–12 Juni 2026. Delegasi serikat pekerja dari berbagai negara bergantian menyampaikan pernyataan dukungan, menyerukan pengakuan lebih kuat terhadap Palestina serta partisipasi penuhnya dalam forum ketenagakerjaan internasional.
Salah satu peserta aksi, Delegasi Indonesia dari FSP LEM SPSI, Muhamad Sidarta, menyatakan aksi ini mencerminkan solidaritas lintas batas negara yang berbasis pada keadilan sosial dan penghormatan hak-hak bangsa. “Kami hadir di sini bersama delegasi berbagai negara untuk menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina. Kami berharap Sidang ILC ke-114 memberikan perhatian serius terhadap aspirasi Palestina dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam komunitas ketenagakerjaan internasional,” ujar Muhamad Sidarta.
Baca Juga:Kang Joker Puji Keberanian Kejari Bandung Bebaskan Erwin dan RendianaSMAN 9 Bandung Siapkan 462 Kursi, Pemetaan SPMB 2026 Lebih Fleksibel
Menurut Sidarta, isu Palestina tetap menjadi perhatian penting bagi banyak organisasi buruh di dunia. Aksi ini, kata dia, menegaskan komitmen terhadap prinsip kesetaraan, dialog sosial, dan perlindungan hak-hak fundamental pekerja.
Simbol Broken Chair
Pemilihan lokasi Broken Chair bukan tanpa makna. Monumen kayu setinggi 12 meter di Place des Nations, tepat di depan Kantor PBB Jenewa, merupakan simbol global perjuangan melawan ranjau darat antipersonel sejak didirikan tahun 1997. Kaki kursi yang patah melambangkan penderitaan korban konflik, sementara struktur yang tetap berdiri merepresentasikan ketahanan dan harapan.
Seiring waktu, Broken Chair menjadi tempat rutin ekspresi masyarakat sipil untuk menyuarakan isu hak asasi manusia, perdamaian, dan keadilan internasional.Melalui aksi damai ini, para delegasi berharap Sidang ILC ke-114 semakin memperkuat komitmen global terhadap keadilan sosial dan inklusivitas dunia kerja, termasuk melibatkan seluruh bangsa tanpa diskriminasi. (bbs)
