JABAR EKSPRES – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyebutkan, hampir di seluruh bagian wilayah Jabar kerap diterjang bencana, baik saat memasuki musim kemarau maupun ketika di musim penghujan.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang mengatakan, hal ini terjadi karena Tutupan Lahan (TUPLAH) di Jawa Barat semakin menyusut, bahkan cenderung kawasan hutannya sudah tidak lagi sampai di angka 11 persen.
“Belum lagi pelaku-pelaku perusak, dari perusahaan yang tidak patuh dan taat terhadap aturan yang ada selama ini,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (19/3).
Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Bahas Raperda RPJMD, Pengesahan Ditargetkan Pasca Lebaran 2025Alih Fungsi Lahan di Kawasan Bandung Utara Biang Kerok Banjir Bandang di KBB?
“Kurang lebih dalam waktu dekat ini Walhi melihat sosok kang Dedi memiliki keberanian yang baik, sebagai salah satu sikap eksekutor,” ujar Iwang.
“Kami beserta masyarakat akan mendukung kuat terhadap sikap tersebut. Karena yang kami butuhkan dari sosok pemimpin sekarang, yaitu sikap keberanian dalam menjalanakan penegakan hukum,” lanjutnya.
Sehingga dalam hal ini, ucap Iwang, Walhi sangat menolak keras atas langkan yang diambil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi untuk melibatkan TNI merespons masalah infrastruktur, lingkungan dan pengelolaan sampah.
“Menyoroti hal ini, bagi Walhi langkah yang diambil kang Dedi terlalu tergesa-gesa, mestinya Gubernur Jawa Barat itu, baiknya membuka saran masukan terlebih dahulu dari masyarakat Jabar untuk merespons hal tersebut,” ucapnya.
