JABAR EKSPRES – Pemkab Bandung Barat pesimistis target tanam padi seluas 60.238 hektare tahun 2025 di wilayahnya tidak akan tercapai.
Sekedar diketahui, Kementrian Pertanian memberikan target tanam padi untuk Kabupaten/Kota di Jawa Barat seluas 60 hektare lebih. Akan tetapi, tak semua wilayah mampu memenuhi target tersebut.
Seperti halnya di Bandung Barat, lahan baku sawah eksisting saat ini hanya sekitar 18.350,82 ha.
Baca Juga:Surya Paloh Tak Hadiri Undangan Prabowo Subianto di Padepokan Garuda YaksaProyek Pembangunan Rugikan Warga Rancaekek, Debu dan Lumpur Ganggu Kenyamanan Jalan Raya Bandung-Garut
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Barat, Lukmanul Hakim mengatakan, lahan baku sawah menyusut disebabkan oleh marakanya alih fungsi lahan pertanian ataupun tidak maksimalnya daerah irigasi dalam mengairi area persawahan.
“Hasil pemetaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2023, lahan baku sawah eksisteng di KBB 18.350,82 ha, sementara target tanam padi dari pemerintah pusat seluas 60.238 hektare. Melihat kondisi saat ini sangat berat, pesimistis bisa tercapai,” kata Lukmanul Hakim saat dikonfirmasi, Jumat (14/2/2025).
Lukmanul menjelaskan, lahan baku sawah eksisting di Bandung Barat terbagi dua kategori, di antaranya, sawah irigasi seluas 3.856,49 ha dan sawah non irigasi 14.494,34 ha.
Untuk sawah non irigasi, lanjut dia, bergantung kepada musim penghujan. Sementara sawah irigasi mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi.
“Namun tidak semua saluran irigasi dalam kondisi baik. Semisal Daerah Irigasi Leuwikuya di Kabupaten Bandung yang mengairi ke lahan pertanian di Kecamatan Cihampelas, KBB, seluas 1.010,01 ha. Kondisinya sudah tidak efektif terutama saat musim kemarau, apalagi dari luasan itu banyak yang sudah berubah ke sawah non irigasi,” paparnya.
“Sekarang akibat saluran irigasinya tidak berfungsi maksimal, banyak yang sudah beralih fungsi jadi pabrik dan perumahan,” sambungnya.
Menurutnya, jika sawah irigasi teraliri dengan baik maka indeks pertanaman di KBB angkanya sebesar 3,3, setahun. Artinya bisa dirata-ratakan musim tanam di kbb lebih dari tiga kali dalam setahun. Walaupun fakta di lapangan ada juga lahan sawah yang hanya dua kali dalam setahun.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Perketat Evaluasi Bangunan dan Tata Ruang Imbas Lonjakan Penduduk Semakin PadatHadiah Juara Umum Porkot Banjar Dijanjikan Cair 2025, Ketua KONI Beberkan Tantangan Anggaran
Terkait kondisi itu, lanjut Lukman, telah mengusulkan perbaikan sejumlah daerah irigasi yang jadi kewenangan provinsi ataupun kabupaten. Apalagi target tanam padi Pemda KBB dari pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah seluas 31.291 ha.
