JABAR EKSPRES – Lonjakan jumlah penduduk Kota Cimahi dalam dua dekade terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2024 mencatat populasi kota ini mencapai 570.906 jiwa, hampir dua kali lipat dibandingkan dua puluh tahun lalu.
Kepadatan tertinggi tercatat di Kecamatan Cimahi Selatan dengan 241.883 jiwa, diikuti Cimahi Utara sebanyak 172.573 jiwa, dan Cimahi Tengah dengan 165.350 jiwa.
Sementara itu, Kelurahan Melong menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 65.879 jiwa, sedangkan Kelurahan Cimahi memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yakni 13.800 jiwa.
Baca Juga:Hadiah Juara Umum Porkot Banjar Dijanjikan Cair 2025, Ketua KONI Beberkan Tantangan AnggaranMusim Ini Selesai Lebih Cepat untuk Kai Havertz, Arsenal Hadapi Krisis Penyerang
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Benny Bachtiar menekankan pentingnya legalitas bangunan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dan ruang usaha.
“Dengan persoalan kepadatan penduduk, kami menyambut baik program penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diinstruksikan Presiden RI, Prabowo Subianto,” kata Benny saat dijumpai di Cimahi, Jumat (14/2/25).
Benny juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Cimahi.
“Cimahi memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, di mana dalam 20 tahun terakhir jumlah penduduk meningkat hampir 100 persen,” ujarnya.
Ia meminta dinas terkait di Pemkot Cimahi untuk mengevaluasi kelayakan bangunan yang ada agar kawasan kumuh tidak bertambah.
“Saya meminta dinas terkait untuk mengevaluasi kembali bangunan-bangunan yang ada, termasuk kelayakannya. Jangan sampai ada kawasan kumuh yang bisa menjadi masalah bagi kota ini,” katanya.
Pemkot Cimahi juga mengimbau warganya agar segera memanfaatkan program tiga juta rumah yang tidak dikenakan biaya sepeser pun.
Baca Juga:3 Poin Harga Mati! Persib Siap Permalukan Persija di Kandangnya!Kegilaan Bobotoh di Latihan Persib Jelang Kontra Persija Bikin Bojan Hodak Kaget: Kami Tidak Menduga Sebanyak Ini!
“Program ini sangat menguntungkan karena tidak dipungut biaya sepeser pun. Jadi, masyarakat yang ingin membangun rumah harus segera memanfaatkannya,” ujar Benny.
Ia berharap program ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata.
“Mudah-mudahan program ini bisa mewujudkan lingkungan yang benar-benar sehat dan bersih. Apalagi, jika seluruh dokumen sudah lengkap, prosesnya bisa selesai hanya dalam waktu dua jam,” tandasnya. (Mong)
