Proyek Pembangunan Rugikan Warga Rancaekek, Debu dan Lumpur Ganggu Kenyamanan Jalan Raya Bandung-Garut

Tampak depan area proyek pembangunan yang diduga dilakukan perusahaan nakal di Jalur Nasional tepatnya Jalan Raya Bandung-Garut, wilayah Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Tampak depan area proyek pembangunan yang diduga dilakukan perusahaan nakal di Jalur Nasional tepatnya Jalan Raya Bandung-Garut, wilayah Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pelaksanaan proyek pembangunan di area jalur nasional tepatnya Jalan Raya Bandung-Garut, wilayah Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung banyak dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, kawasan tersebut sangat berdebu akibat pembangunan. Dampaknya, masyarakat merasa terganggu dan tidak nyaman.

Kendaraan pengangkut pasir hingga bebatuan yang hilir-mudik ke lokasi proyek, membuat ruas Jalan Raya Bandung-Garut menjadi sangat berdebu, karena material tanah yang terbawa truk banyak berjatuhan.

Baca Juga:Pemkot Cimahi Perketat Evaluasi Bangunan dan Tata Ruang Imbas Lonjakan Penduduk Semakin PadatHadiah Juara Umum Porkot Banjar Dijanjikan Cair 2025, Ketua KONI Beberkan Tantangan Anggaran

Camat Rancaekek, Diar Hadi Gusdinar mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari perusahaan mana yang tengah melakukan proyek pembangunan tersebut.

“Memang belum ada terima laporan dari perusahaan mana. Baik sebelum melakukan aktivitas proyek maupun saat berlangsungnya kegiatan pembangunan,” kata Diar kepada Jabar Ekspres, Jumat (14/2).

Diar menegaskan, aktivitas proyek dinilai meresahkan karena dampak debunya banyak beterbangan, maka pihaknya akan segera mengambil langkah dengan berkoordinasi.

“Terkait debu yang jadi meresahkan warga dan pengendara jalan, kita kecamatan akan koordinasi juga ke dinas terkait, untuk pemeriksaan izin dan juga seperti apa pengawasannya,” tegasnya.

“Selaras dengan pak Bupati Bandung, yang akan tegas terhadap perusahaan nakal, baik belum berizin atau melanggar aturan. Tentunya dengan cara humanis melalui koordinasi bersama dinas terkait,” tutup Diar.

Hingga saat ini masih belum diketahui perusahaan mana yang tengah melakukan aktivitas pembangunan di jalur nasional alias Jalan Raya Bandung-Garut tersebut.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, sejumlah truk pengangkut pasir, sirtu, bebatuan hingga tanah terlihat keluar-masuk area proyek pembangunan.

Baca Juga:Musim Ini Selesai Lebih Cepat untuk Kai Havertz, Arsenal Hadapi Krisis Penyerang3 Poin Harga Mati! Persib Siap Permalukan Persija di Kandangnya!

Ruas Jalan Raya Bandung-Garut terpantau gersang, tanah yang terbawa oleh truk dan terjatuh hingga menempel di jalur nasional terlihat mengering, sehingga setiap terlindas kendaraan yang melintas atau tertiup angin, debu beterbangan mengakibatkan pandangan terganggu.

Pada Kamis, 13 Februari 2025 sekira sejak pukul 14.00 hingga 14.30 WIB, cuaca terpantau panas. Debu beterbangan, ketika melewati area proyek, pengendara dan pejalan kaki terlihat menyipitkan mata hingga menutup hidung karena debu.

0 Komentar