HMPV Menghantui Masyarakat, Dinkes Bogor Sebut Perlu Pemeriksaan Lab

Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari. (Regi / Jabar Ekspres)
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari. (Regi / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyampaikan, perlu adanya pemeriksaan lanjutan di labolatorium untuk mendeteksi pasien yang terpapar virus Human Metapneumovirus (HMPV).

Hal ini disampaikan Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Bogor, Luki Gema Safari menjelaskan, untuk mengetahui lebih lanjut pasien yang terkena HMPV perlu pemeriksaan lanjutan.

Menurut Luki, pasien yang terindikasi HMPV di Kabupaten Bogor, pihaknya akan merujuk ke BPTKL Jakarta untuk menerima tindakan lebih lanjut.

Baca Juga:PMK Landa Ternak di Kabupaten Bandung, 1.050 Ekor Terinfeksi, 48 MatiBawa Tari Jaipong ke Panggung Internasional: Cerita Perjalanan Reva, Remaja Asal Cimahi yang Diundang Duta Besar Indonesia untuk Bosnia

Lebih lanjut, Luki menjelaskan, Dinkes sudah mengadakan pertemuan secara daring dengan pihak Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Bogor.

Selain itu, ia mengklaim, sudah menyebarkan surat perihal kewaspadaan virus HMPV.

“Jadi kalo misal, wah ini curiga HMPV jadi kita akan ambil sampel serum darah kita kirim ke BPTKL,” kata Luki.

Dia mengatakan, Dinkes belum menerima laporan apapun terkait suspect HMPV tersebut. “Untuk sekarang di kita belum ada pelaporan terkait dengan suspect HMPV,” kata dia.

“Jadi dari mulai gejala penularan sama persis dengan influenza biasa, hanya memang jadi ini bukan penyakit baru udah lama dari 60 tahun yang lalu mulai ‘ramenya 2001 di Indonesia,” ucap Luki.

0 Komentar