Miris! Siswa SMPN 2 Ngamprah Patungan Perbaiki Fasilitas Sekolah Rusak

Miris! Siswa SMPN 2 Ngamprah Patungan Perbaiki Fasilitas Sekolah Rusak
Siswa SMPN 2 Ngamprah belajar dalam keadaan ruangan tak layak. Rabu (19/8/2026). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kerusakan fasilitas belajar di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), membuat siswa turun tangan melakukan perbaikan secara mandiri.

Mereka bahkan menggunakan uang kas kelas untuk membeli semen, pasir, dan cat agar ruang belajar lebih nyaman.

Berdasarkan peninjauan pada Rabu (19/8/2026), sejumlah fasilitas di sekolah tersebut memang terlihat dalam kondisi kurang layak. Kerusakan ditemukan pada beberapa bagian, mulai dari kaca jendela, papan tulis, plafon hingga lampu ruang kelas yang tidak berfungsi.

Baca Juga:SMPN 3 Ngamprah Terima Bantuan Perlengkapan Pendidikan Senilai Rp200 JutaPihak SMPN 3 Ngamprah Melaporkan Pengrusakan Fasilitas

Di bagian belakang sekolah, terdapat sebuah ruangan kosong yang digunakan sebagai gudang. Kondisinya tampak kumuh dengan sejumlah barang bekas berserakan, seperti potongan kayu dan batu bata.

Kondisi fasilitas tersebut dikeluhkan siswa karena dinilai mengganggu kenyamanan selama proses belajar mengajar. Sejumlah ruang kelas juga terlihat minim pencahayaan akibat lampu yang tidak berfungsi.

Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SMP pada Dinas Pendidikan KBB, Acon Supriatna, membenarkan adanya kerusakan di SMPN 2 Ngamprah. Menurutnya, terdapat 29 ruang kelas yang telah diusulkan untuk mendapatkan perbaikan.

“Soal bangunan SMP 2 ini memang kondisinya seperti ini. Ada 29 ruang kelas yang diusulkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Acon.

Ia mengatakan, usulan perbaikan tersebut telah diajukan sejak 2025 untuk mendapatkan bantuan pada 2026. Bahkan, tim dari kementerian terkait disebut telah melakukan survei langsung ke sekolah.

“Ini tahun 2025 sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan di 2026. Bahkan sudah disurvei juga oleh tim kementerian bersama kepala sekolah. Ada sekitar 29 ruang yang diusulkan, mudah-mudahan tahun 2027 ada perbaikan dari pusat,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang siswi kelas VIII berinisial R mengatakan, perbaikan tembok di kelasnya dilakukan menggunakan uang kas yang dikumpulkan siswa.

Baca Juga:Disdik Cimahi Fokus Tingkatkan Kualitas Sarana Pendidikan SMP, Perbaikan Disesuaikan Kondisi Riil SekolahTinjau Sekolah di Puncak Bukit, Jeje Janjikan Perbaikan Jalan dan Fasilitas SDN Giriasih

“Waktu hari Minggu baru dibenerin. Semen sama pasirnya dibeli dari uang kas. Habis sekitar Rp100 ribu lebih, terus yang mengerjakan dan mengecat juga kita,” ujar R.

Menurutnya, beberapa kerusakan telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan perbaikan. Kondisi tersebut terutama dirasakan pada papan tulis dan penerangan ruang kelas.

“Rusaknya sudah lama, dari awal masuk sini sudah mengelupas. Papan tulis jebol juga dari awal masuk. Lampu juga tidak ada, tiap pagi gelap,” katanya.

0 Komentar