JABAR EKSPRES – Kepala Sekolah SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, menegaskan dirinya tidak mengetahui dugaan pelecehan seksual yang disebut dilakukan oknum guru Bahasa Inggris terhadap siswa.
Agus mengatakan, ketidaktahuannya tersebut bukan karena lupa atau tidak mengingat kejadian. Ia mengaku memang tidak mengetahui secara jelas mengenai dugaan pelecehan yang mencuat di media sosial.
“Kami menjawabnya tidak tahu. Bukan tidak ingat dan sebagainya, jelas. Kalau tidak ingat, berarti kapan gitu,” kata Agus saat ditemui di SMPN 2 Ngamprah, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga:Alumni Bongkar Dugaan Pelecehan Seksual di SMPN 2 Ngamprah, Disdik KBB Turun TanganKAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual Selama Semester I 2026, 17 Kasus Diproses HukumÂ
Ia juga mengaku tidak mengetahui informasi lain yang turut diungkap alumni, termasuk dugaan adanya pemberian uang Rp100 ribu kepada korban.
“Kalau ini, saya terus terang saja, secara ini adalah tidak tahu mengenai pelecehan itu. Walaupun di situ adalah guru Bahasa Inggris. Pelecehan berarti kan guru Bahasa Inggris itu laki-laki ya,” ujarnya.
Agus menegaskan, informasi mengenai dugaan tersebut diketahuinya dari pernyataan alumni yang beredar di media sosial. Karena itu, ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Nah, ini belum saya ketahui yang jelas mengenai pelecehan itu. Saya tidak tahu,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan alumni memberikan informasi yang tidak benar, Agus memilih tidak berkomentar lebih jauh.
“Ya, nggak tahulah. Itu karena saya mengenai hal itu tidak tahu, Pak,” katanya.
Sebelumnya, dugaan pelecehan seksual di SMPN 2 Ngamprah mencuat setelah seorang alumni mengungkap pengakuan melalui media sosial. Ia menyebut seorang temannya diduga mengalami tindakan tidak senonoh oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris saat masih bersekolah.
Baca Juga:Bea Cukai Gagalkan 32 Kasus Ekspor Emas Ilegal Senilai Rp846 MiliarEkspor Perikanan ke Singapura Tembus Rp125 Miliar hingga Mei 2026
“Teman saya pernah dicabuli oleh guru Bahasa Inggris. Bokongnya dipegang. Sudah mengadu ke kepala sekolah, malah mau disogok uang Rp100 ribu,” ujar alumni tersebut melalui akun @brorondm, Selasa (18/8/2026).
Menanggapi dugaan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta informasi yang beredar segera ditindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dilakukan klarifikasi.
Plt Kepala Disdik KBB, Edy Syafrudin, mengatakan klarifikasi diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia meminta kepala sekolah menginventarisasi pihak-pihak yang berkaitan dengan dugaan tersebut.
