JABAR EKSPRES – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, lonjakan pergerakan masyarakat diprediksi akan mengalami peningkatan. Pengamat Transportasi menilai, keselamatan kendaraan wisata harus benar-benar mendapatkan perhatian khusus.
Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, potensi pergerakan masyarakat di momentum Nataru didominasi tujuan terpusat ke Pulau Jawa.
“Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan pada 2024, secara nasional sebesar 110,67 juta jiwa alias 39,30 persen akan bergerak dengan daerah tujuan masih terusat di Pulau Jawa,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (11/12).
Baca Juga:Gibran Pantau Program Makan Bergizi Gratis di Bogor, Siswi: Hemat Uang JajanBerkunjung ke Muhamadiyah Boarding School, Gibran Saksikan Simulasi Penanganan Bencana di Kabupaten Bogor
“Aktivitas di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk akan padat dilewati masyarakat yang mau berwisata dan berlibur akhir tahun,” bebernya.
Djoko menerangkan, pemisahan pengelompokan sepeda motor, bus dan mobil penumpang juga truk barang, diperlukan untuk memperlancar penyeberangan Merak-Bakauheni.
Dia menilai, pentingnya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperhatikan obyek-obyek wisata. Sebab selama ini ujar Djoko, pemerintah kewilayahan tidak pernah membangun transportasi umum angkutan wisata.
Sebaliknya, area parkir kendaraan yang terus diperluas. Lahan parkir mobil lebih luas daripada obyek wisata, padahal berada di tepi jalan.
