JABAR EKSPRES – Hujan yang mengguyur wilayah Ciamis, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan munculnya genangan sampah di berbagai area wisata, termasuk di Bendungan Leuwikeris. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keindahan dan daya tarik bendungan.
Di sekitar bendungan, terlihat tumpukan sampah yang terdiri dari plastik, kayu, dan bambu mengapung. Sampah-sampah ini diduga terbawa oleh arus deras dari anak-anak sungai yang mengalir ke wilayah Tasikmalaya dan Ciamis. Selain itu, longsoran sampah dari bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Handapherang turut memperburuk kondisi.
Keberadaan sampah terapung di Bendungan Leuwikeris tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam daya tarik wisata serta ekosistem di sekitarnya. Genangan ini berpotensi merusak ekologi perairan dan menurunkan kualitas air, yang berdampak pada kehidupan biota lokal.
Baca Juga:Diduga Sebabkan Banjir di Desa Sindangpakuon, PT Yode Pratama Mandiri Diminta Tanggung JawabDiduga Oleng Saat Menyalip Kendaraan di Jalan Cadas Pangeran Sumedang, Angkot Hantam 2 Sepeda Motor
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, segera mengambil tindakan untuk membersihkan sampah yang mencemari bendungan. Jika dibiarkan, situasi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk, mengurangi minat wisatawan, serta menurunkan potensi ekonomi lokal.
“Kami mohon pemerintah segera bertindak. Jangan biarkan sampah ini terus menumpuk, apalagi musim hujan masih berlangsung. Bendungan Leuwikeris adalah kebanggaan kami, jangan sampai rusak hanya karena sampah,” harap Uli.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada keterangam resmi dari BBWS Citanduy terkait persoalan sampah yang meluber di Bendungan Leuwikeris. (CEP)
