“Saya lihatnya ke anak-anak sekolah, bagaumana kalau pahit-pahitnya sampai terpaksa harus dirobohkan bangunan kelasnya? Apa siswa SDN Pasirhuni harus lesehan pakai tenda belajarnya?,” imbuhnya.
Ketua MPI Cimanggung itu menyebut, dirinya siap untuk membela pihak sekolah untuk mempertahankan kepemilikan lahan sekaligus berupaya membuktikan bahwa tanah tersebut memang sudah jadi hak SDN Pasirhuni secara sah, termasuk dari kelengkapan administratifnya.
Adapun jika ahli waris bersikeras menginginkan lahan sekolah tersebut, kata dia, pihaknya akan menggelar gerakan sosial berupa donasi untuk membeli lahan yang diperebutkan.
Baca Juga:Debat Publik Kedua Pilkada Banjar Digelar 20 November 2024 Malam, Ini Rincian Temanya!Antisipasi ‘Penyusup’, KPU Kabupaten Bandung Siap Blokir Iklan Judi Online di Streaming Debat Kedua!
“Kita akan kawal terus persoalan ini. Karena jangankan 2 kelas dirobohkan, full ruang belajar saja masih kurang ideal SDN Pasirhuni ini, harusnya dibangun dan diperluas lagi, bukan malah ada pihak yang mengklaim punya hak lahan sebagai ahli waris. Kasihanlah sekolah dan anak-anak penerus bangsa,” pungkasnya. (Bas)
