JABAR EKSPRES – Tempat Pembuangan Sampan Akhir (TPA) Sarimukti tengah alami masa kritis. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lantas menargetkan pengurangan volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi menuturkan, pengurangan ritase sampah ditargetkan mulai pada 1 Desember 2024. Menurutnya, pengurangan ritase sampah dari 172-176 rit per hari ditargetkan menjadi 140 rit.
Dia menambahkan, pengurangan ritase sampah harian tersebut pentin dilakukan. Pasalnya upaya itu dapat memperpanjang usia pakai TPA Sarimukti, yang saat ini mengalami kondisi kritis.
Baca Juga:Perludem Sesalkan Kurangnya Sosialisasi Pemasangan Alat Peraga KampanyeIni Strategi Sendi-Melli atasi Keluarga Miskin dan Pengangguran di Kota Bogor
Diketahui bahwa TPA tersebut sudah overload hingga 1000 persen, dan jika tidak ada pengurangan sampah dari sumber. Bahkan umur TPA tersebut akan habis pada Maret 2025.
Lantas pihaknya juga mendorong kerja sama yang lebih erat dalam pengolahan sampah. Termasuk melibatkan berbagai pihak dalam pengurangan dan pemilahan sampah.
