JABAR EKSPRES –Musim kemarau tahun ini, dilaporkan telah menimbulkan berbagai dampak salah satunya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Bahkan berdasarkan data laporan yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar), hingga saat ini tercatat kejadian tersebut telah terjadi sebanyak 78 kali.
Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Kepala BPBD Jabar Anne Anne Hermadiane Adnan menjelaskan, bahwa kejadian karhutla hingga saat ini masih disebabkan oleh manusia.
Baca Juga:Sebanyak 43 Karyawannya di PHK, PSSI Ungkap AlasannyaBRI Liga 1 Bergulir, Omzet UMKM Penjual Gorengan Ini Meningkat hingga Dua Kali Lipat
“Seperti di Gunung Guntur (Kabupaten Garut), ini setiap tahun pasti ada kejadian karhutlah, tapi kita sekarang sudah memitigasi membuat sekat bakar dan embung diatas gunung. Jadi ketika kejadian karhutla, itu nanti tidak akan menyebar,” pungkasnya
“Nah untuk 1 (wilayah) yang tanggap darurat itu di Kabupaten Bekasi. Jadi Kabupaten Bekasi sudah mengeluarkan (status) tanggap darurat, dan 12 (daerah) lainnya siaga termasuk dengan provinsi (Jabar),” katanya, Senin (2/9) kemarin.(San)
