Seminar DRiM 2024 menghadirkan berbagai tema dan nara sumber ternama, antara lain; Indonesia’s Health Transformation Towards Universal Health Coverage oleh Prastuti Soewondo dari Kementerian Kesehatan RI, Core System Modernization: Driving Speed, Agility and Improve Operational Excellence oleh Augustine Tay dari eBaoTech, White Hat Hacking and Cybersecurity Insights oleh Gildas Deograt Lumy dari Cyber and Information Security Forum (FORMASI).
Selain itu, Navigating the Path to the Most Suitable Digital Transformation–a success story from Bank Mandiri’s Livin’ Initiative oleh Sunarto Xie dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Streamlined Onboarding & KYC: Secure Digital identity in the Insurance Era oleh
Marshall Pribadi dari Privy, Global Trends and Local Insights: Cloud Adoption in Indonesian Bussiness
Landscape oleh Xu Li Kun dari Huawei Cloud Financial Industry, Data Driven Personalization: The Future of Customer Experience oleh Tony Benitez dari PT Prudential Life Assurance, The Optimization of AI for Investmen Return oleh Genta Wira Anjalu dari PT Sinarmas Aset Management, dan Leveraging Data–driven Technology for Insurance Succes through Digital Collaboration oleh Rob Schimek dari Bolttech.
Budi Tampubolon yakin, DRiM 2024 meningkatkan pemahaman para pelaku industri asuransi tentang manajemen risiko digital. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dan menyambut perubahan di masa depan.
Baca Juga:Anggaran Terbatas jadi Alasan Diskuk Jabar Kinerjanya Tidak OptimalDPRD Sorot Kinerja Diskuk Jabar yang Tidak Optimal
“Transformasi di era internet of things bukan hal mudah dan tidak dapat dilakukan secara individual. Kolaborasi antar pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya adalah kunci untuk mengatasi perubahan ini secara efektif,” tutup Budi. (*)
