JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana akan membuka Gedung Pakuan yang berlokasi di Jalan Cicendo, Kota Bandung untuk masyarakat umum.
Rencana tersebut dilakukan, menurut Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin, agar masyarakat lebih tahu tentang gedung yang sampai saat ini selalu dijadikan sebagai rumah dinas gubernur.
“Gedung Pakuan inikan menggunakan APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) untuk pemeliharaannya. Dan APBD itu kan dari rakyat. Jadi kami ingin supaya masyarakat tahu aja bahwa itu gedung yang cukup bersejarah,” ucapnya, Sabtu, (27/4).
Baca Juga:Harga Sayuran Terus Meroket Bikin Pedagang Ngeluh, Jadi Tak Laku?Bikin Resah, Koboi Jalanan Nekat Lepaskan 4 Tembakan di Ujungberung Bandung
Untuk akses masuknya, Bey menjelaskan bahwa nantinya masyarakat bisa memesan melalui aplikasi yang dibuat oleh Pemprov Jabar yakni Sapawarga. Bey menegaskan, pemerintah tidak akan memungut biaya sepeserpun.
“Kita akan buka secara gratis. Jadi nanti untuk daftarnya menggunakan sapawarga (aplikasi), dan itu akan dibuka setiap Sabtu dan Minggu mulai dari Pukul 09.00 – 11.00 Wib dan 13.00 – 15.00 Wib,” ungkapnya
Dengan adanya rencana ini, Bey berharap kunjungan wisatawan khusunya ke Kota Bandung dapat semakin meningkat. “Nanti akan ada tour guide nya juga dan segala macam. Jadi kurang lebih seperti itu, seperti di Gedung Sate,” pungkasnya
Untuk diketahui, Gedung yang saat ini digunakan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Barat, sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Dikutip dari laman wikipedia, gedung yang memilki peranan penting dalam pemerintahan di Jawa Barat ini, dibangun oleh gubenur terdahulu yakni Jenderal Ch.F. Pahud pada 1864 karena pemindahan ibu kota Karesidenan Priangan dari Cianjur ke Bandung.
(San).
