JABAR EKSPRES – Pedagang sayur di pasar pelita Kota Sukabumi keluhkan harga jual yang masih tinggi. Hal itu memicu sayuran tak dilirik pembeli, bahkan basi terbuang menjadi sampah.
Ence (40) salah seorang pedagang sayur di pasar Pelita blok b itu mengeluhkan harga sayuran yang saat ini masih terbilang tinggi. Bahkan, hampir semua jenis komoditi yang ia jual itu mengalami kenaikan sejak hari sebelum lebaran.
“Hampir pada naik semua, semula harga bawang merah biasa jual Rp 40 ribu per kilo gram (kg) sekarang jadi Rp 60 ribu per kilo, bawang putih asalnya Rp 30 ribu per kg jadi Rp 40 ribu per kg, cabe merah besar jadi Rp 60 ribu per kg asalnya jual Rp 40 ribu per kg, cabe rawit merah Rp 40 ribu per kg biasanya jual Rp 30 ribu per kg,”ujarnya kepada Jabar Ekspres di pasar pelita, Sabtu (27/4/2024).
Baca Juga:Bikin Resah, Koboi Jalanan Nekat Lepaskan 4 Tembakan di Ujungberung BandungTekan Kasus DBD, Cimahi Gencar Lakukann Fogging
Harga yang masih melambung tinggi memicu pembeli menurunkan daya belinya, bahkan tak melirik dagangannya.
“Pembeli yang biasa beli sekilo paling jadi setangah kilo, yang biasa setengaj kilo jadi seperempat. (Akhirnya) banyak yang busuk gak kejual,”papar Ence.
Masih kata Ence, ia tak tau secara pasti apa yang menyebabkan harga sayuran masih tinggi, namun dirinya menduga faktor cuaca yang sering berubah menyebabkan petani tunda panen bahkan hingga gagal panen.
“Penyebab pastinya gak tau ini barangnya pada kosong, faktor cuaca juga mungkin ngauh ke pasokan,”papar Ence.
Keluhan harga sayuran yang masih tinggi juga dirasakan oleh Aam (58 tahun), ia juga merupakan pedagang sayur lainnya di oasar pelita blok B.
Menurutnya, harga yang masih tinggi itu mebuat masyarakat engga membeli sayuran, hingga akhirnya pasar terasa sepi tak seperti moment menjelang idul fitri kemarin.
“Kadang ya agak sepi aja sekarang, gak kaya moment lebaran kemarin,” tutupnya. (RAS).
