Mudik 2024: H-4 Kawasan Nagreg Didominasi Roda Dua

JABAR EKSPRES – H-4 Hari Raya Idul Fitri 2024 para pemudik mulai melintas di kawasan Nagreg, Sabtu (6/4/2024).

Dalam pantauan di lapangan,  pemudik didominasi menggunakan kendaraan roda dua dengan barang bawaannya:

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, saat ini situasi lalu lintas di Cikaledong Nagreg tepatnya di perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut mengalami kenaikan.

Menurutnya dibandingkan dengan H-5 kemarin, saat ini kenaikan kendaraan yang melintas mencapai 4.691 kendaraan atau naik sebanyak 64 persen.

“Dibandingkan dengan hari kemarin H-5 dengan hari ini H-4, untuk kemarin itu melintas sebanyak 7.286 kendaraan, sedangkan hari ini dari jam 00.00 menuju ke 06.00 itu 11.977 ada kenaikan sebanyak 4.691 kendaraan, persentasenya sebanyak 64% ada kenaikan,” ujar Kusworo saat ditemui di Pos Pam Cikaledong.

Selain itu, Kusworo menyebut untuk arus balik dari Garut menuju ke Bandung juga ada kenaikan.

“Dimana kemarin ada 5.329 kendaraan sedangkan hari ini ada 7.784 kendaraan, ada kenaikan sebanyak 2.400 kendaraan sejumlah 46%,” ungkapnya.

Dibandingkan dengan periode tahun 2023, menurutnya kenaikan pemudik yang melintas di wilayah ini masih belum signifikan.

“Periode yang sama tahun lalu kurang lebih di H-4 juga masih belum terlalu signifikan padatnya kendaraan, nanti di H-3 kita akan melihat kembali, H-4 juga akan lihat sampai dengan sore hari. Tahun kemarin H-4 itu terjadi kepadatan peningkatan kendaraan dimulai sore hari,” tuturnya.

Sehingga menurutnya, puncak arus mudik yang diprediksi Kemenhub kemarin, kemungkinan akan terjadi hari ini.

“Puncak arus mudik prediksi kemenhub kan kemarin, namun kita lihat di jalur Cikaledong Nagreg ini kemarin masih terlihat landai, bisa jadi mungkin hari ini,” terangnya.

Adapun untuk mengantisipasi kepadatan sendiri, kata Kusworo pihaknya sudah mempersiapkan personel-personel pengamanan yang tersebar sesuai dengan pospam pospam yang sudah kita sediakan.

“Tujuannua adalah anggota pengamanan ini berada di Simpang-simpang di jalur jalur, mengantisipasi adanya kendaraan yang ingin menyalip atau mendahului kendaraan sehingga terjadi tatap muka dengan arus yang berlawanan. Ini yang bisa mengakibatkan kemacetan yang stuck. Ini kita antisipasi,” kata dia.

Selain itu, berbagai rekayasa arus lalu lintas juga sudah siapkan, seperti yang menuju ke Cikaledong Nagreg, kemudian juga yang berada di Ciwidey.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan