Pertamina Pastikan Stok BBM Aman untuk Mudik Lebaran

JABAR EKSPRES PT Pertamina (Persero) telah mengonfirmasi bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) akan mencukupi selama periode mudik Lebaran. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso, menyatakan bahwa perusahaan telah melakukan antisipasi terhadap lonjakan permintaan BBM yang diperkirakan terjadi.

“Stok aman untuk periode ini, walaupun kami proyeksikan akan ada kenaikan permintaan lebih dari 30 persen untuk gasoline dan solar,” ujar Harsono Budi Santoso saat mengunjungi terminal BBM Tasikmalaya pada Senin (25/3), seperti yang dilaporkan oleh detikfinance.

Pertamina telah membentuk Satuan Tugas Ramadan Idul Fitri (RAFI) yang akan bertugas mulai tanggal 25 Maret hingga 21 April 2024. Selain itu, perusahaan juga telah mengaktifkan kembali layanan penjualan motoris untuk melayani pembelian BBM dengan sistem pesan antar (delivery order).

Layanan ini disediakan untuk mengantisipasi kemungkinan kendaraan yang kehabisan BBM karena terjebak macet atau bencana alam. Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut dapat menghubungi call center 137 milik Pertamina.

Baca Juga: Pekerja Migran Kerap Jadi Sasaran Investasi Bodong

“Dalam wilayah yang rawan macet atau potensi bencana alam, kami menyediakan armada motoris yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan layanan pesan antar BBM. Cukup dengan menghubungi call center 137,” tambah Harsono.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati. Beliau memastikan bahwa Pertamina telah siap dalam menyediakan pasokan BBM dan LPG yang aman dan memadai bagi masyarakat menjelang Idulfitri 1445 Hijriah.

“Pertamina telah menyiapkan stok dan pasokan BBM serta LPG lebih dari cukup, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan pasokan BBM dan LPG. Kami juga telah melakukan penambahan stok untuk setiap jenis produk,” ujar Nicke Widyawati usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral operasi ketupat 2024 yang diselenggarakan oleh Mabes Polri di Jakarta pada Senin (25/3).

Selain itu, Nicke juga menekankan bahwa Pertamina terus mengoptimalkan penggunaan digitalisasi dengan memantau secara real-time dan online melalui Pertamina Integrated Enterprise Digital Command Center (PIEDCC) untuk memonitor distribusi dan pasokan BBM serta LPG.

“Kami memanfaatkan digitalisasi dengan memonitor secara real-time sehingga kami dapat memantau distribusi pasokan. Ketika ada keadaan darurat, kami dapat menindaklanjuti dengan cepat,” ungkap Nicke.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan