Fakta-Fakta Insiden Kopilot dan Pilot Batik Air Tertidur dalam Penerbangan

Fakta-Fakta Insiden Kopilot dan Pilot Batik Air Tertidur dalam Penerbangan
Ilustrasi: PxHere
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap kasus pilot dan kopilot maskapai Batik Air yang tertidur selama 28 menit saat pesawat terbang dari Kendari, Sulawesi Tenggara, ke Jakarta, mengungkapkan bahwa kopilot kurang istirahat.

Insiden ini terjadi pada 25 Januari 2024, saat pesawat itu melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandara Halu Oleo di Kendari.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari KNKT, kopilot mengaku merasa lelah karena membantu merawat bayi kembarnya yang berusia 1 bulan serta melakukan proses pindahan rumah.

Baca Juga:Rincian Harga BBM Terbaru Menjelang Ramadan, Harga di Jawa Barat dan Banten Tidak Ada KenaikanPerbandingan Asus Zenbook Duo dan Lenovo Yoga Book 9i: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

“Istrinya merawat bayi-bayi tersebut dan SIC (kopilot) membantu selama di rumah,” katanya.

Proses pindah rumah dilakukan pada 24 Januari. Kopilot baru tiba di rumah baru pada pukul 14.00 WIB dan kemudian mulai membersihkan barang-barang pindah rumahnya.

“SIC (kopilot) merasa kualitas tidurnya menurun akibat beberapa kali terbangun,” tambahnya.

Kopilot tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 01.26 WIB dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi kopilot dianggap cukup layak untuk menjalankan tugas.

“Darah tekanan dan detak jantung PIC normal, dan tes alkohol negatif yang kemudian dianggap layak untuk tugas penerbangan. SIC kemudian mempersiapkan penerbangan bersama awak lainnya,” jelasnya.

0 Komentar