Anggaran Terbatas, Damkar Cimahi Genjot Pelatihan Rescue Internal Bagi 25 Personel

Anggaran Terbatas, Damkar Cimahi Genjot Pelatihan Rescue Internal Bagi 25 Personel
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kota Cimahi, Hendra Gunawan (Tengah) saat Menghadiri Peningkatan Kapasitas Rescue bagi anggota Damkar di Markas Komando (Mako) Damkar Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan penyelamatan kepada masyarakat melalui penguatan kompetensi personel. Salah satunya dilakukan dengan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas rescue bagi anggota Damkar.

Pelatihan tersebut diikuti 25 personel Damkar dan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kota Cimahi, Hendra Gunawan. Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi M. Syamsul Maarif serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana mengatakan pelatihan internal tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan personel di tengah keterbatasan anggaran yang belum memungkinkan pengiriman anggota mengikuti pendidikan, pelatihan, maupun bimbingan teknis di luar daerah.

Baca Juga:Pemkot Cimahi Beri Fleksibilitas Absensi ASN untuk Antar Anak di Hari Pertama SekolahSejarah Baru! Goal Aksis Cimahi dan Akademi Persib Bandung Kampiun HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026

“Saat ini kami belum memiliki anggaran untuk mengirim anggota mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis, padahal di lapangan personel Damkar dituntut memiliki kemampuan yang beragam dan siap menghadapi berbagai kondisi.” ujar Aep usai kegiatan Peningkatan Kapasitas Rescue bagi anggota Damkar di Markas Komando (Mako) Damkar Kota Cimahi, Rabu (15/7/2026).

Menurut Aep, setiap personel Damkar dituntut memiliki sedikitnya lima kompetensi dasar agar mampu menjalankan tugas secara optimal saat menghadapi berbagai kondisi darurat.

Kompetensi tersebut meliputi kemampuan sebagai operator kendaraan pemadam, firefighter, helper, assessment, hingga rescue yang mencakup penyelamatan manusia maupun hewan.

“Satu orang anggota kami minimal harus memiliki lima kemampuan, mulai dari operator, firefighter, helper, assessment hingga rescue untuk penyelamatan manusia maupun hewan.” ucapnya.

Ia menuturkan, keterbatasan anggaran tidak hanya berdampak pada kesempatan mengikuti pelatihan di luar daerah, tetapi juga berpengaruh terhadap penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Meski demikian, pihaknya tetap mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki agar peningkatan kemampuan personel dapat terus berjalan.

Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua bulan dengan memanfaatkan waktu di sela-sela jadwal piket. Setiap regu mengikuti pelatihan selama dua jam setiap hari, yang terdiri atas satu jam penyampaian materi teori dan satu jam praktik.

0 Komentar